oleh

Direktur PKSPD Angkat Bicara Terkait Suap Abdul Rozaq Muslim, Anggota DPRD Jawa Barat

-Daerah, Peristiwa-1.440 views

Tanganrakyat.id, Indramayu – Anggota DPRD Jawa Barat Drs. H. Abdul Rozaq Muslim, SH., M.Si. mengakui menerima uang dari Carsa, penyuap Bupati Indramayu Supendi. Namun, dia menegaskan tidak pernah meminta jatah Carsa, cuma dikasih saja.

Rozaq menerangkan hal itu saat dirinya dijadikan saksi dalam sidang kasus suap Bupati non aktif Haji Supendi yang di gelar Pengadilan Tipikor Bandung. Sedangkan pengusaha Carsa duduk sebagai terdakwa karena suap Bupati dan kroni-kroninya.

“Carsa menjanjikan seandainya proyeknya sukses mau ngasih 3-5 persen. Tapi saya kan tidak meminta, ” terang Rozaq, Rabu (5/02/2020)

Dalam sidang dakwaan jaksa dan KPK sebelumnya, Rozaq disebut menerima uang suap hingga Rp 8 miliar melalui rekening tabungan Bank BJB. Namun, hal itu dibantah oleh Rozaq. Menurutnya, dia hanya menerima Rp 1,6 miliar.

Rozaq menjelaskan uang di dalam ATM itu digunakan untuk pembayaran rumah sebesar Rp 450 juta dan bisnis buah mangga di lahan Perhutani seluas 10 hektare.

Menanggapi hal ini Tokoh Masyarakat penggiat anti korupsi dan Sekaligus Direktur PKSPD (Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah) O’ushj. Dialambaqa angkat bicara dalam dakwaan JPU KPK kepada Carsa dikatakan Rozaq menerima aliran dana proyek 8,5 milyar. Selang sehari kemudian Rozaq mengeluarkan statemen di media online bahwa dirinya tidak pernah menerima satu rupiahpun dari Carsa.

Pada kesaksian sidang untuk terdakwa Carsa, Rozaq juga tidak mengakui yang 1,6 milyar, yang diakui hanya 1,1 milyar dan katanya telah dikembalikan ke KPK. Kaitanya dengan Carsa adalah soal bisnis kebun mangga dan pembelian rumah seharga 450 juta.

“Apa yang bisa kita simpulkan sementara adalah lucu dan menggelikan. Tidak ngaku terima uang proyek tapi mengembalikan uang 1,1 milyar. Jadi seperti orang vertigo atau sedang mengidap tujuh keliling, logika dan akal warasnya hilang. Jadi penghindaran dan pengalibianya menggelikan,” ujar O’ushj. Dialambaqa, Senen, (10/2/202) yang lebih di kenal dengan nama Oo Dialambaqa.

Lanjut O’ushj. Dialambaqa, KPK dengan ketidakkonsistenan Rozaq justru seharusnya makin pendalaman dan pengembangan penyidikan terhadap Rozaq karena tanda dan penanda menjadi sangat jelas. Publik berharap pada KPK untuk secepatnya menaikkan statusnya menjadi tersangka, dan berharap pada KPK untuk menuntaskan kasus korupsi jorjoran di Indramayu dengan pintu masuk OTT Bupati Supendi karena masih ada aktor atau dalang yang lebih besar lagi. Jika tak tuntas, KPK akan mendapat tudingan publik, ada apa dengan KPK yang tak tuntas sampai ke Dinasti, karena dari kesaksian dan fakta persidangan yang telah dilewati ada muara besar ke Dinasti Yance.

Baca juga:Melawan Lupa Tragedi Kemanusiaan Percobaan Pembunuhan Direktur PKSPD

O’ushj. Dialambaqa Juga berharap KPK juga harus segera mengembangkan penyidikan terhadap Setda Rinto Waluyo yang dalam kesaksian persidangan membuat pengakuan aliran dana yang diberikan kepada Kajari Abdillah dan Kapolres Indramayu waktu itu. Disisir dari sisi motif, jelas apa yang dilakukan Rinto Waluyo adalah untuk menutup semua kasus korupsi yang dilaporkan publik dan atau agar korupsi-korupsi yang terus dilakukan oleh Bupati, mantan Bupati dan banyak pihak tidak tersentuh hukum.

Ditilik dari unsurnya, maka jelas Rinto Waluyo sebagai penerima suap dan pelaku suap terhadap APH, sehingga dua pasal itu yang seharusnya dijeratkan KPK pada Setda. (C.tisna)

Komentar

News Feed