oleh

Siti Aisyah Guru Honorer Terancam Tidak Bisa Menjadi PNS

Tanganrakyat.id, Indramayu-Impian dari guru-guru honor adalah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) , bahkan sampai sabar menunggu bertahun-tahun untuk menjadi PNS. Tapi harapan itu pupus bagi Siti Aisyah (30) kelahiran Indramayu guru honorer disalah satu sekolah swasta di Kabupaten Indramayu ini, karena saat kesempatan yang ditunggu-tunggu datang dianya masih terbaring sakit ketika akan menghadapi tes SKD di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat Jakarta.

Ini diketahui dari suaminya Jiaul Haq yang pasrah dengan keadaan tersebut karena besok hari jum’at tanggal 6 Februari 2020 harus dioperasi dari sakit komplikasi.

“Saat ini istri saya sedang di rawat di RSUD Gunung Jati Cirebon Jawa Barat karena mengalami sakit komplikasi dan harus segera di operasi,” ujar Jiaul, Kamis, (5/03/2020).

Lanjut Jiaul yang membuatnya tambah sedih pada tanggal 8 Maret 2020 harus mengikuti tes SKD di BKN Pusat Jakarta, karena jika tidak mengikuti Tes SKD akan kena sangsi tidak akan bisa mengikuti Tes CPNS tahun selanjutnya.

Ini seperti dikatakan Kepala BKN Bima Haria Wibisana berencana memberikan sanksi tegas pada peserta yang tidak datang ke lokasi test CPNS, jelasnya di Kantor BKN Jakarta Timur, Kamis (20/2/2020).

Yang parah juga ada kemungkinan sangsi yang diberikan salah satunya memblokir NIK agar tidak dapat mendaftar CPNS tahun berikutnya.

“Kalau tidak digunakan (tes CPNS) itu kan mahal membuang-buang uang negara,” kata Bima.

Lebih lanjut Jiaul Haq sangat menyayangkan rencana Kepala BKN Bima Haria Wibisana yang dinilainya arogan dan berlebihan.

“Peserta yang tidak mengikuti Tes SKD mendapatkan sanksi akan diblokir NIK miliknya, maka guru honorer yang dipastikan tidak bisa mengikuti tes SKD terancam tidak bisa memiliki kesempatan menjadi pegawai Negeri Sipil (PNS),” ungkapnya.

Artinya lanjut Haq, guru honorer selamanya tidak bisa menjadi PNS karena pemblokiran NIK disebabkan tidak mampu mengikuti Tes SKD karena sakit. (Yul)

Komentar

News Feed