oleh

Mahpudin: Pembohongan Publik Plt. Bupati Indramayu Haji Taufik Hidayat, SH., M. Si.,

Tanganrakyat.id, Indramayu-Jelang konstestasi pilkada serentak tahun 2020 dan dalam dinamika internal partai golkar kabupaten indramayu, nama Taupik hidayat santer disebut sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati yang sedianya distel berpasangan dengan Danil Muttaaqin Syarifudin.

Dan saat ini digadang gadang sebagai calon ketua DPD PG Indramayu dalam MUSDA yang akan dipaksakan digelar walaupun menabrak hukum dan kepatutan karena masih dalam sengketa di Mahkamah Partai Golkar, hal ini diungkapkan oleh Mahpudin
Kader dan mantan ketua fraksi Partai Golkar DPRD Indramayu.

“Publik diam seribu bahasa tanpa berani protes dan bersikap kritis karena efek terkungkung oleh rezim dinasti yang berkuasa sejak 20 tahun terakhir di kabupaten Indramayu, Selasa (18/8/2020).

Komposisi Dan Personalia DPD Partai Golkar Masa Bakti 2016-2020 (Foto. Red)

Lebih lanjut Mahpudin memaparkan, menolak lupa bahwa Taufik hidayat bertengger sebagai Plt. Bupati saat ini berangkat dari pemilihan oleh DPRD Kabupaten Indramayu sebagai wakil bupati mengisi kekosongan wakil bupati yang ditinggal H. Supendi yang naik jadi bupati menggantikan Ana Sophanah yang mengundurkan diri sebagai strategi melapangkan jalan bagi putra mahkota Daniel Muntaqin.

Taufik Hidayat naik jadi wakil bupati karena diusung oleh tiga partai pengusung pasangan ANDI pada pilkada tahun 2015 yaitu Demokrat- Gerindra dan PKS. Taufik Hidayat tercatat sebagai anggota dan kader Gerindra untuk bisa diusung sebagai wakil bupati oleh tiga partai tersebut.

Pada saat yang bersamaan dia tetap sebagai kader dan pengurus partai Golkar Kabupaten Indramayu. Telah terjadi secara kasat mata, faktual dan secara yuridis (data keanggotaan partai) dia telah melakukan pembohongan publik tanpa seorangpun mampu bicara di publik bahwa pejabatnya telah melakukan pembohongan publik demi sebuah kekuasaan semu.

Lebih ironis dan paradoksal manakala elit dan para pengambil kebijakan di partai khususnya elit partai golkar justru akan memaksakan Taufik Hidayat sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati dan sekarang mau digadang gadang sebagai ketua DPD Partai Golkar Indramayu tandingan atau sempalan terhadap H. Syaefudin, SH yang sudah terpilih secara aklamasi dalam MUSDA (Musyawarah daerah) yang sesuai aturan dari DPP Partai Golkar yang secara yuridis sedang dalam proses pengesahan melalui Mahkamah Partai Golkar dengan nomor perkara 12/PI-GOLKAR/VII/2020 .

Pertanyaan mendasarnya adalah masih patut dan etiskah orang yang berkeanggotaan ganda (Golkar dan Gerindra) dan secara nyata melakukan pembohongan publik digadang gadang sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati atau akan dimajukan sebagai ketua DPD Partai Golkar Indramayu tandingan atau sempalan.

Sungguh di mana hati nurani dan etika para pengambil kebijakan dan para pemimpin partai Golongan Karya.

Penulis
Mahpudin
Kader dan mantan ketua fraksi Partai Golkar DPRD Indramayu.

Komentar

News Feed