oleh

Gus Ami Luncurkan Buku Politik Kesejahteraan,Begini Tanggapan Cendekiawan

Tanganrakyat.id, Bogor-Guru Besar Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institute Pertanian Bogor (IPB), Didin S. Damanhuri mengakui politik kesejahteraan memang sangat penting diimplementasikan saat suasana Indonesia masih dihantui pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Didin saat membedah buku karya Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI berjudul Negara dan Politik Kesejahteraan di kampus IPB, Bogor, Sabtu, (3/4).

Menurut Didin, karya Gus AMI tersebut sangat bagus dan terbit dalm situasi yang tepat di mana Indonesia memang memerlukan langkah konkrit menuai kesejahteraan bersama.

“Saya sebagai dosen Ekonomi Politik di S1, S2 dan S3, saya akan rekomendasikan buku ini sebagai referensi,” kata Didin.

Didin mengaku tahu sepak terjang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu selama ini. Selain aktif di PMII, kata Didin, Gus AMI juga aktif di Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) yang dikenal sebagai penerbit buku-buku fenomenal.

“Saya cukup lama tahu Gus AMI. Seingat saya beliau Wakil Ketua DPR saat usianya baru 35 tahun, itu termuda. Lalu aktif di PMII, aktif juga di LKIS yang bukunya bagus-bagus,” kata Didin.

Menurut Didin, negara kesejahteraan adalah negara yang bukan hanya dalam strategi pembangunannya berobsesi untuk menjadi berkembang, tapi negara mampu menggandeng rakyat untuk meraih kesejahteraan bersama-sama.

“Saya kira Gus AMI, dengan buku ini bisa membangun Indonesia menjadi negara yang lebib baik, membangun ekonomi kerakyatan dan bisa dikontekstualisasikan di Indonesia. Ini kaya sekali buku ini,” kata Didin.

Selain Didin, hadir sebagai pembedah buku Dekan FEM IPB, Nunung Nuryantono, dan Pengamat Ekonomi Pertanian, Khudhori. Sementara Rektor IPB, Arif Satria hadir menyambut.

Baca juga :DPMD Kabupaten Indramayu Menyelenggarakan RAKOORNIS Pembangunan Desa Berbasis Data

Turut hadir dalam kesempatan itu Sekjen Kemendesa, Taufik Majid, Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun A Syamsurijal, Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda serta sekitar puluhan peserta offline dengan protokol kesehatan. (Editor:Yul)

Komentar

News Feed