Indramayu, tanganrakyat.id, – Ketua Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu (FKJI), Dedi Musashi, mengecam keras tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum tersebut diduga mencatut nama baik FKJI untuk menjual berbagai produk seperti pigura, foto pejabat negara, dan buku hukum kepada sekolah-sekolah dan kantor desa di wilayah Indramayu.
Dedi menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran etika jurnalistik yang serius. “Ini tindakan yang sangat memalukan dan mencoreng nama baik seluruh wartawan,” tegas Dedi. Ia mengungkapkan bahwa oknum tersebut diduga memaksa kepala sekolah dan kepala desa untuk membeli produk-produk tersebut dengan alasan yang tidak jelas.
“Tugas utama wartawan adalah mencari, mengolah, dan menyampaikan berita,” lanjut Dedi. “Aktivitas jual beli seperti ini jelas di luar koridor tugas seorang wartawan.” Kamis Kliwon, (23/1).
FKJI sendiri, menurut Dedi, selalu berkomitmen untuk menjaga martabat profesi jurnalis. Organisasi ini senantiasa mendorong anggotanya untuk bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi etika.
Menanggapi kasus ini, Dedi mengimbau masyarakat, terutama kepala sekolah dan kepala desa, untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan oknum yang mengatasnamakan FKJI. “Jika ada yang mencurigakan, laporkan segera kepada kami atau pihak berwajib,” ujarnya.
FKJI berjanji akan menindak tegas oknum tersebut. “Kami tidak akan mentolerir tindakan yang merugikan nama baik organisasi dan profesi kami,” tegas Dedi.
Baca juga:
Kang Supardi, Wartawan Muda Penuh Berkah
Sebagai langkah preventif, FKJI juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tugas dan fungsi wartawan yang sebenarnya, sehingga masyarakat tidak mudah tertipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.













Comment