Indramayu Gempar: Cafe Remang di Lohbener Jadi Arena Tawuran Dini Hari

  • Bagikan
Indramayu Gempar: Cafe Remang di Lohbener Jadi Arena Tawuran Dini Hari (Foto: Ilustrasi)

Indramayu, Jawa Barat, tanganrakyat.id  – Bulan suci Ramadan yang seharusnya dipenuhi ketenangan dan ibadah, mendadak terusik oleh keributan yang mengguncang Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Indramayu. Sebuah cafe remang-remang, Cafe Nani, yang terletak di jalur Pantura, menjadi pusat dari kekacauan yang membuat warga sekitar terjaga dari tidur nyenyak mereka.

Dini hari yang sunyi, sekitar pukul 03.00 WIB, tadi malam, berubah menjadi medan pertempuran. Suara pecahan botol, teriakan kasar, dan dentuman keras menggema, memecah keheningan malam. Perkelahian sengit antar pengunjung cafe, yang diduga dipicu oleh minuman keras, tak terhindarkan. Warga yang terkejut dan ketakutan, hanya bisa mengintip dari balik jendela, menyaksikan pemandangan yang tak pantas di bulan Ramadan ini.

“Seperti mimpi buruk! Saya kira ada perampokan, ternyata hanya gara-gara cafe remang itu,” ujar Hasan, seorang warga Desa Larangan, dengan nada geram. “Padahal sudah ada himbauan jelas dari pemerintah, tapi mereka tetap buka sampai pagi!” Rabu (12/3/2025).

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Malam sebelumnya, Cafe Celsi juga menjadi sasaran operasi petugas. 14 pengunjung terpaksa digelandang ke Unit PPA Polres Indramayu, meninggalkan jejak kekhawatiran di benak warga.

Jaya, seorang tokoh masyarakat, mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas. “Kami mohon kepada Bapak Kapolres Indramayu untuk segera menertibkan cafe-cafe nakal ini. Jangan biarkan bulan Ramadan ternoda oleh ulah mereka!” serunya dengan suara lantang.

Baca juga:

Aksi Brutal 2 Cafe di Indramayu ditembak Orang Tidak Dikenal

Warga Desa Larangan kini hidup dalam kecemasan. Mereka berharap, kejadian ini menjadi titik balik bagi penegakan hukum di Indramayu. Bulan Ramadan yang suci, harus dijaga dari segala bentuk kemaksiatan.

  • Bagikan

Comment