Madina, tanganrakyat.id – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (DPP IM3 Madina) melayangkan kritik pedas terhadap Kapolres Madina, AKBP Arie Paloh, terkait dugaan praktik tebang pilih dalam penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Mandailing Natal.
Meskipun sebelumnya memberikan apresiasi atas tindakan tegas di Kotanopan, IM3 Madina kini menyoroti ketidakadilan dalam penegakan hukum.
“Kami mengapresiasi kinerja Kapolres dalam menertibkan PETI di Kotanopan, namun sikap tegas ini seolah hanya berlaku di sana. Aktivitas PETI di wilayah lain, seperti Desa Ampung Siala, Kecamatan Batang Natal, justru semakin merajalela,” ungkap Hamzah Hasan Lubis, Ketua DPP IM3 Madina, dengan nada kecewa.
Hasil investigasi lapangan IM3 Madina mengungkap adanya aktivitas PETI yang merusak lingkungan di Desa Ampung Siala. Aktivitas ini diduga melibatkan beberapa oknum dengan inisial S, OK, MN, H, RHN, dan UN, yang meresahkan masyarakat setempat.
“Kami mendesak Kapolres Madina untuk bertindak tegas di semua wilayah, bukan hanya di lokasi tertentu. Jangan sampai muncul kesan bahwa penegakan hukum di Madina tebang pilih,” tegas Hamzah.
Baca juga:
Madina Memanas: Aktivitas PETI Merajalela, JAMPI Sumut Kritik Keras Kapolres!
IM3 Madina menuntut keadilan dan ketegasan dari Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Madina, untuk segera melakukan penertiban di Desa Ampung Siala dan wilayah lain yang terindikasi adanya aktivitas PETI ilegal.













Comment