Dihebohkan Tagar #CopotDarmo Jelang RUPS PLN, Ada Apa?

  • Bagikan
Dihebohkan Tagar #CopotDarmo Jelang RUPS PLN, Ada Apa? (Foto: Red)

Jakarta, tanganrakyat.id – Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) pada hari ini Rabu, 18 Juni 2025, lini masa media sosial X (sebelumnya Twitter) diramaikan dengan tagar #CopotDarmo dan #savePLN.

Tagar ini muncul di tengah hangatnya isu perombakan jajaran Komisaris dan Direksi perusahaan listrik plat merah tersebut.
RUPS yang dijadwalkan akan membahas pergantian sejumlah pejabat ini disambut antusias oleh para pegawai PLN. Mereka berharap adanya “angin segar” dengan masuknya wajah-wajah baru yang lebih mumpuni dan berintegritas, terutama untuk posisi Direktur Utama.

“Mudah-mudahan ada angin segar yang membawa PLN ke arah yang lebih baik dengan adanya pergantian, misalnya pergantian Dirut yang sudah terlalu lama bercokol di PLN. Dan satu lagi, ganti juga Direktur LHC Yusuf Didi Setiarto,” ujar beberapa pegawai PLN yang ditemui di Kantor PLN Pusat, Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2025) kemarin.

Sorotan tajam tertuju pada sosok “Darmo” yang disebut-sebut adalah Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN saat ini. Berdasarkan keluhan pegawai, Darmawan telah menjabat di PLN selama empat tahun, mulai dari Komisaris, Wakil Direktur Utama, hingga Direktur Utama. Selama periode tersebut, santer terdengar isu dugaan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang merundung PLN.

“Darmo itu duduk di PLN mulai menjabat sebagai komisaris, Wadirut sampai Dirut selama 4 tahun. Selama itu banyak sekali KKN dan masalah yang mendera PLN. Harapannya ada Dirut baru yang nanti lebih baik memimpin perusahaan ini,” imbuh mereka.

Ramainya keluhan ini juga tercermin dalam postingan akun X @DarwasiP89500 yang mengunggah kalimat, “Momen RUPS tanggal 18 Juni 2025, harus menjadi hari bersejarah lengsernya Darmawan Prasodjo dari kursi Direktur Utama PT PLN (Persero).

Terlalu banyak kezoliman dan korupsi yang terjadi di perusahaan setrum plat merah.”
Akun tersebut juga menambahkan di kolom komentar, “Selamatkan PLN. Itu selama kepemimpinannya. Belum lagi praktik kolusi dan nepotisme yang terus terjadi dengan berbagai kedok, termasuk berkedok prohire yang memasukkan belasan bahkan puluhan ‘orangnya’ dan ‘kerabatnya’ ke dalam PLN dengan posisi empuk dan gaji fantastis.”

Baca juga:

Bali Blackout: Manajemen PLN Diduga Tutupi Fakta, Sibuk Cari “Pembocor” Informasi?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kementerian BUMN maupun PT PLN (Persero) terkait isu dan tagar yang beredar. Semua mata kini tertuju pada hasil RUPS yang akan digelar e hari ini, apakah akan ada perombakan besar yang memenuhi harapan para pegawai dan publik?

  • Bagikan

Comment