Indramayu, tanganrakyat.id – Kecemasan melanda komunitas jurnalis Indramayu. Gedung Graha Pers Indramayu (GPI), yang telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah pers di Bumi Wiralodra, kini di ambang penggusuran. Surat perintah pengosongan yang diteken Sekda Indramayu, Aep Surahman, sontak memicu reaksi keras. Tak tinggal diam, Forum Ketua Jurnalis Indramayu (FKJI) bergerak cepat, melayangkan audensi krusial dengan Wakil Bupati Indramayu, Haji Syaefudin, S.H., M.H., pada Jumat (11/7) di Pendopo Indramayu, membawa empat tuntutan fundamental demi mempertahankan “rumah” historis mereka.
Audiensi yang dipimpin langsung oleh Ketua FKJI, Asnawi Day, ini dihadiri oleh perwakilan sejumlah organisasi dan forum wartawan terkemuka, menunjukkan soliditas insan pers Indramayu.
Hadir dalam pertemuan penting tersebut antara lain Tomi Susanto, Andri Prayitno, Sony Syahrony, Atim Sawano, Cutisna, Hendra Sumiarsa, Chong Soneta, serta YouTuber Aziz dan Waryono. Fokus utama pembahasan adalah nasib Gedung GPI yang berada di ujung tanduk akibat surat pengosongan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Asmawi Day dengan tegas menyampaikan poin-poin tuntutan FKJI kepada Wakil Bupati Syaefudin. Tuntutan utama adalah pengembalian Gedung GPI ke fungsi semula sebagai pusat kegiatan wartawan, disertai dengan pemberian legalitas penuh.
“Gedung GPI memiliki nilai historis dan penting bagi komunitas wartawan di Indramayu. Pengembalian gedung ini dapat meningkatkan kegiatan jurnalistik dan memperkuat peran wartawan,” tegas Asnawi. Senada, Hendra Sumiarsa dari PWI menambahkan, “Gedung GPI itu mengandung histori dan patut dipertahankan keberadaannya karena sudah ada sejak tahun 1985.
Menanggapi desakan tersebut, Wakil Bupati Syaefudin memberikan sinyal positif. Dirinya berjanji akan segera menyampaikan seluruh aspirasi dan permintaan para wartawan kepada Bupati Lucky Hakim.
“Dirinya berjanji semua yang disampaikan FKJI segera dikoordinasikan dengan Bupati Lucky dengan harapan permintaan wartawan dapat disetujui,” ungkap Wabup. Komitmen ini diharapkan membawa angin segar bagi nasib Gedung GPI.
Audiensi ini menjadi babak baru dalam upaya penyelamatan Gedung Graha Pers Indramayu. Diharapkan, pertemuan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan titik tolak bagi penyelesaian konkret masalah yang dihadapi insan pers, sekaligus menjadi momentum peningkatan kualitas pelayanan publik di Indramayu.
Baca juga:
21 Organisasi Wartawan Geruduk Pendopo Indramayu, Tolak Pengosongan Gedung Graha Pers!
Dengan sinergi yang kuat antara jurnalis dan pemerintah daerah, diharapkan masyarakat Indramayu dapat terus menikmati arus informasi yang akurat dan bermanfaat, serta merasakan peningkatan kesejahteraan.













Comment