PLN Digoyang Isu Miring: Dirut Darmawan Prasodjo Melawan Balik dengan “Gergaji” Jabatan

  • Bagikan
PLN Digoyang Isu Miring: Dirut Darmawan Prasodjo Melawan Balik dengan "Gergaji" Jabatan (Foto: Red)

Jakarta, tanganrakyat.id  – Desakan untuk mencopot Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, semakin menguat seiring dengan munculnya beragam isu negatif yang menerpa perusahaan pelat merah tersebut. Mulai dari kerugian yang terus membengkak, dugaan korupsi, hingga praktik nepotisme berkedok ‘profesional hire’ disebut-sebut kian merajalela. Namun, alih-alih merespons dengan perbaikan internal, Darmawan justru dituding melakukan perlawanan sengit dengan “menggergaji” pejabat-pejabat manajemen atas yang dianggapnya sebagai “duri dalam daging.”
Isu perombakan besar-besaran atau “bedol desa” mendadak tersiar di lingkungan PLN.

Sejumlah General Manager (GM) dan Executive Vice President (EVP) di bawah Direktorat Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) serta Direktorat Distribusi dikabarkan menjadi sasaran.

Menurut sumber anonim, langkah ini merupakan upaya Darmawan untuk “membersihkan” pejabat yang dianggapnya tidak patuh atau membocorkan informasi internal ke media.

“Memang Pak Dirut sedang melakukan bersih-bersih pejabat yang dianggapnya sebagai cepu yang menginformasikan ke wartawan tentang bobroknya PLN saat ini dan mengganti pejabat yang dianggapnya tidak patuh,” ujar sumber tersebut.

Pergantian ini menciptakan daftar susunan pejabat baru, di antaranya Hery Wiyoto sebagai EVP MPT, Nurhardiyanto sebagai GM UIP MPA, dan Yasir sebagai GM UIP JBB.

Sorotan tajam terhadap kinerja PLN juga datang dari pihak eksternal, termasuk Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. Ia mengaku heran mengapa perusahaan monopoli yang mendapat suntikan dana segar dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan subsidi APBN justru mencatat kenaikan utang dan penurunan laba.

“Bayangkan, perusahaan monopoli bisa merugi, atau labanya anjlok serta utangnya menggunung. Ini enggak masuk akal,” kata Mufti.

Menurut data yang dihimpun oleh Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, total utang PLN pada 2024 mencapai Rp711,2 triliun, naik signifikan dari Rp655 triliun pada 2023.

Kenaikan utang ini setara dengan sekitar Rp156,7 miliar per hari. Selain itu, laba PLN juga anjlok drastis dari Rp22 triliun pada 2023 menjadi Rp17,7 triliun pada 2024.

Penurunan laba ini dinilai Uchok sangat ironis, mengingat masyarakat sebagai konsumen selalu dituntut untuk membayar tepat waktu, bahkan harus menghadapi denda atau alarm listrik yang berbunyi nyaring jika terlambat.

Tiga Kasus Dugaan Korupsi Bergulir, Presiden Didesak Turun Tangan
Menanggapi situasi ini, Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira, menilai bahwa tindakan Darmawan mencopot pejabat manajemen atas adalah bukti arogansi.

Menurutnya, masalah utama PLN berasal dari “kepala” perusahaan, bukan dari “badannya.”

Yudhistira juga mendesak Presiden untuk segera bertindak, terutama karena ada dugaan pidana korupsi yang kini sedang ditangani oleh Kortas Tipikor Mabes Polri.

“Info yang kami himpun, ada tiga kasus yang kini masih dalam penyelidikan intensif terkait PLN era Darmo,” ungkapnya. Senen, (4/8) pagi.

Baca juga:

Gaya Hidup Mewah Dirut PLN Darmawan Prasodjo Jadi Sorotan, Di Tengah Seruan Efisiensi Presiden!

Dengan berbagai isu yang terus bergulir, Yudhistira meminta Presiden untuk segera mencopot Darmawan Prasodjo dan kroninya. Ia berharap, penggantinya adalah sosok yang lebih kredibel dan profesional, bukan pejabat yang hanya ingin memperkaya diri sendiri.

Bagaimana tanggapan Darmawan Prasodjo sendiri mengenai semua tuduhan ini? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

Penulis: Achmad A'la DerajatEditor: Kakang Prabu
  • Bagikan

Comment