Muhamad Sholihin Guncang Indramayu, “Pemimpin Peteng Rubet” Kritik Tajam untuk Lucky Hakim?

  • Bagikan
Muhammad Sholihin (Foto: Dok.Pribadi)

Indramayu, tanganrakyat.id  – Jagat maya Indramayu digegerkan oleh aktivis 99 sekaligus mantan calon bupati, Muhamad  Sholihin, yang melancarkan kritik pedas terhadap pemerintahan Lucky Hakim melalui serangkaian puisi. Salah satu yang paling menghebohkan adalah puisi berjudul “Pemimpin Peteng Rubet” yang viral di media sosial, termasuk Facebook.

​Dalam puisi yang dibacakan di depan Rumah Sakit MA Sentot Patrol Indramayu Muhamad Sholihin secara terang-terangan menyoroti kegelisahan masyarakat atas kondisi Indramayu yang dinilainya “amburadul” dan penuh praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

Menurutnya, kebijakan yang korup dan transaksional sudah menyebar secara sistematis, bahkan hingga dugaan pengangkatan PNS dan proyek APBD 2025.

​Tokoh masyarakat Indramayu, Adzlan Dai, menafsirkan diksi  “Peteng Rubet” sebagai “Selimut Kepalsuan” dan “Struktur Kejahiliyahan”. Ini adalah gambaran pemimpin yang “berbohong sejak dalam pikiran.” Tafsir ini sejalan dengan pesan moral yang diusung Muhamad Sholihin : agar warga Indramayu tidak terlena dan dibodohi oleh penguasa.

​Melalui sambungan seluler, Solihin menegaskan bahwa puisinya adalah bentuk perlawanan terhadap kedzaliman. Selasa Pon (19/8/2025) pukul 10:40 WIB.

“Masihkah kalian mendiamkannya? KKN sudah sistematis dari segala penjuru, mari kita bergerak dan lawan kedzoliman penguasa,” tegasnya, menyetujui tafsir Adzlan Dai.

Baca juga:

Bupati Lucky Hakim Ngotot Kosongkan Gedung Pinjaman, PDIP Indramayu Ancam Kerahkan Kekuatan Politik!

​Puisi ini tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga seruan moral untuk warga Indramayu agar bangkit dan melawan ketidakberesan yang terjadi. Kritik tajam ini kini menjadi perbincangan hangat, memicu pertanyaan besar: apakah puisi dapat menjadi senjata ampuh untuk menggerakkan perubahan politik  khususnya Kabupaten Indramayu Jawa Barat?

Penulis: Kakang Prabu
  • Bagikan

Comment