Indramayu, tanganrakyat.id – Di tengah pesatnya teknologi digital, peran Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Kabupaten Indramayu terbukti tetap menjadi pilar vital, terutama di wilayah yang tidak terjangkau sinyal seluler atau blank spot.
Ka. Bid. Organisasi Ika Dharma (YG1CBJ), pengurus ORARI Indramayu, menegaskan bahwa kekuatan komunikasi radio bukan sekadar hobi, melainkan tumpuan hidup bagi masyarakat yang terisolasi saat bencana melanda.
Dalam situasi darurat di mana uang dan akses fisik menjadi lumpuh, frekuensi radio hadir sebagai jembatan penyelamat yang menghubungkan para korban dengan bantuan medis maupun logistik.
“Saat bencana terjadi, seringkali lokasi terendam air dan terisolasi total. Di situlah uang tidak lagi berlaku dan jaringan HP mati. Kehadiran ORARI sangat penting untuk melayani masyarakat, mengandalkan kekuatan komunikasi dan rasa persaudaraan sesama anggota,” ujar Ika Dharma pada Sabtu Kliwon, 7 Februari 2026.

Baca juga:
Sinergi Lintas Sektoral: Kodim 0616 Indramayu Gerakkan Aksi “Kurve” di Juntinyuat
Ia menggambarkan betapa krusialnya koordinasi cepat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti makanan dan evakuasi, tetap dapat diprioritaskan meski infrastruktur modern sedang tumbang.
Baca juga:
ORARI Lokal Indramayu Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir Eretan
Mengingat peran strategis tersebut, muncul harapan besar bagi seluruh elemen di Indramayu untuk kembali menghidupkan dan memperkuat eksistensi ORARI. Sinergi antara pemerintah daerah dan para relawan radio amatir ini diharapkan dapat menciptakan sistem tanggap darurat yang lebih tangguh dan responsif.
Dengan mengaktifkan kembali semangat kolektif ini, Indramayu dipastikan memiliki “mata dan telinga” di setiap sudut wilayah, memastikan tidak ada warga yang tertinggal saat kondisi darurat melanda.
Senada dengan hal tersebut, Kang Supardi, (YD1BZC) anggota ORARI Indramayu, menambahkan bahwa organisasi ini merupakan satu-satunya wadah resmi yang diakui pemerintah dengan legalitas Izin Amatir Radio (IAR).
Anggota ORARI tidak hanya sekadar berkomunikasi, tetapi dilatih khusus untuk memberikan informasi cepat dan akurat sebagai “mata dan telinga” daerah saat situasi krisis melanda.
Eksistensi ORARI diharapkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat guna memperkuat sistem tanggap darurat yang lebih tangguh di Indramayu.
Dengan menghidupkan kembali semangat persaudaraan dan pemanfaatan frekuensi radio secara optimal, Kabupaten Indramayu dipastikan memiliki jaringan komunikasi cadangan yang siap sedia di setiap sudut wilayah.
Langkah ini menjadi strategi preventif agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal atau luput dari bantuan saat kondisi darurat terjadi di masa depan.













Comment