Indramayu, Jawa Barat, tanganrakyat.id – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Indramayu menunjukkan kepeduliannya yang tinggi terhadap warga yang terdampak banjir rob di Desa Eretan. Melalui aksi gotong royong, organisasi ini berhasil mengumpulkan donasi dan menyalurkannya langsung kepada para korban.
Ketua ORARI Lokal Indramayu, Moh. Sofyan Gani (YBIKK), menyatakan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah. Sebelum menyalurkan bantuan, tim ORARI terlebih dahulu melakukan assessment di lokasi bencana untuk mengetahui kebutuhan yang paling mendesak.

“ORARI tidak hanya sebagai organisasi radio amatir, tetapi juga sebagai organisasi sosial yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Dukungan komunikasi atau DUKOM merupakan salah satu peran penting kami, terutama dalam situasi darurat seperti bencana banjir,” ujar Sofyan. Jum’at Pon, (31/1) melalui pesan elektronik.
Dalam aksi kemanusiaan ini, ORARI Lokal Indramayu bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Badan SAR Nasional (BASARNAS), dan berbagai relawan lainnya. Sinergi yang baik antar lembaga ini diharapkan dapat memberikan bantuan yang lebih efektif kepada masyarakat.
Nana, (YG1BWX) selaku koordinator lapangan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian tinggi anggota ORARI Indramayu. “Begitu donasi dibuka, anggota langsung bergerak cepat pada Kamis kemarin, bantuanpun segera disalurkan kepada korban banjir,” ucapnya, yang didampingi oleh Suparman (YG1BWY)
Ipah, salah seorang warga yang terdampak banjir, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ORARI Lokal Indramayu. Ia berharap organisasi ini tetap solid dan terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah Kabupaten Indramayu.
Baca juga:
Melalui aksi nyata ini, ORARI Lokal Indramayu telah membuktikan bahwa organisasi amatir radio tidak hanya sebatas hobi, tetapi juga memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.













Comment