Misteri Kematian Penjual Cilok di Sungai Cipelang: Tim Ibnu Saechu LAW Siap Ungkap Fakta Baru

  • Bagikan
Misteri Kematian Penjual Cilok di Sungai Cipelang: Tim Ibnu Saechu LAW Siap Ungkap Fakta Baru (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id  – Kasus penemuan mayat Asep (21), seorang penjual cilok yang ditemukan mengapung di Sungai Cipelang, Desa Rancajawat, Kecamatan Tukdana pada Desember 2025 lalu, kini memasuki babak baru. Setelah empat bulan tanpa kepastian, pihak keluarga korban akhirnya resmi menggandeng tim hukum Ibnu Saechu LAW untuk mencari keadilan. Langkah ini diambil karena keluarga merasa banyak kejanggalan serta stigma negatif yang menyudutkan almarhum pasca-kejadian tragis tersebut.

​Kuasa hukum keluarga, Ibnu Saechu, SH., menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Setelah melakukan konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Tukdana dan Kasat Reskrim Polres Indramayu, tim hukum mendapatkan kabar baik pada Jumat Wage  (17/4/2026).

Pihak kepolisian menyatakan bahwa gelar perkara atas kasus kematian pemuda asal Indramayu tersebut dijadwalkan akan segera dilaksanakan pada pekan depan guna memberikan titik terang bagi keluarga.

​Ayah korban, Asidi, mengungkapkan rasa syukur atas pendampingan hukum yang kini ia terima. Selama ini, ia mengaku batinnya teriris karena selain kehilangan putra sulungnya, almarhum juga sempat dituduh sebagai pelaku begal tanpa bukti yang jelas. Asidi juga mencurigai beberapa rekan dekat korban berinisial D dan I, mengingat adanya perbedaan keterangan dalam BAP serta tindakan salah satu rekan yang diduga menjual sepeda motor milik almarhum setelah pemakaman.

​Dalam aksi simbolis yang dilakukan pada Jumat kemarin, tim kuasa hukum bersama keluarga melakukan tabur bunga dan doa bersama di lokasi penemuan jasad. Ibnu Saechu menekankan bahwa prioritas utama timnya adalah mengungkap penyebab pasti kematian Asep, bukan sekadar menerima keterangan sepihak yang menyudutkan korban. Ia menyayangkan kepergian pemuda mandiri yang sedang menempuh pendidikan bahasa Korea tersebut harus berakhir secara tragis dan penuh misteri.

Baca juga:

Tukang Bakso diduga dibunuh Tak Kunjung Terungkap, Warga Mulai Resah

​Dengan adanya jadwal gelar perkara di Mapolres Indramayu, harapan keluarga untuk mendapatkan keadilan kembali membumbung tinggi. Penantian panjang selama empat bulan ini diharapkan segera membuahkan hasil nyata, sekaligus membersihkan nama baik almarhum dari tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar. Kasus ini terus menjadi sorotan publik yang menantikan transparansi pihak kepolisian dalam mengungkap fakta di balik peristiwa Sungai Cipelang.

 

Penulis: Nda Yaya
  • Bagikan

Comment