Anak Wakil Bupati Terseret Skandal Penyerobotan Lahan, Petani Indramayu Menjerit di Bawah Bayang-Bayang Kekuasaan!

  • Bagikan
Anak Wakil Bupati Terseret Skandal Penyerobotan Lahan, Petani Indramayu Menjerit di Bawah Bayang-Bayang Kekuasaan! (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id  – Keadilan di Kabupaten Indramayu berada di ujung tanduk setelah Kelompok Tani Bersatu resmi melayangkan pengaduan panas kepada Bupati Indramayu pada Jumat Wage, (17/4/2026).

Kelompok tani ini membongkar dugaan praktik “mafia lahan” dan relasi kuasa yang menjijikkan di kawasan KPH Perhutani Indramayu seluas 400 Hektar, di mana hak garap petani kecil diputus secara sepihak tanpa musyawarah demi memberi jalan bagi kepentingan kelompok tertentu yang diduga memiliki “beking” kuat di pemerintahan.

​Ketegangan meledak di wilayah Cikawung karena lahan tebu yang sah dikelola berdasarkan dokumen CPCL (Calon Petani Calon Lahan) justru diduga diserobot paksa oleh Kelompok Tani Merdeka. Tak main-main, Yosep Suherlin selaku Ketua Kelompok Tani Bersatu secara gamblang mengungkap bahwa kelompok penyerobot tersebut dipimpin langsung oleh anak  Wakil Bupati Indramayu.

Skandal ini memicu aroma penyalahgunaan wewenang yang menyengat, di mana hukum diduga tunduk pada kedekatan darah dan jabatan.

​Aksi premanisme dilaporkan ikut mewarnai konflik ini, mulai dari intimidasi di lapangan hingga perusakan tanaman tebu milik petani yang menjadi tumpuan hidup mereka. Hilangnya mata pencaharian ini tak hanya menciptakan kerugian finansial yang masif, tetapi juga memicu trauma moril bagi masyarakat kecil yang merasa ditindas di tanah mereka sendiri.

Situasi di lokasi garapan kini dilaporkan kritis dan berada di ambang konflik horizontal yang siap meledak kapan saja jika pemerintah terus berdiam diri.

Baca juga:

Dugaan Intervensi Pejabat di Lahan Perhutani Indramayu, Petani Lokal Tergusur?

​Kini, bola panas ada di tangan Bupati Indramayu untuk membuktikan apakah pemerintah daerah berpihak pada rakyat atau justru melindungi kroni-kroni penguasa. Kelompok Tani Bersatu mendesak pengembalian hak garap sesuai aturan sah dan menuntut penghentian segala bentuk intimidasi. Jika laporan yang juga ditembuskan ke Polres dan DPRD ini tidak segera diproses secara adil, maka wajah demokrasi dan agraria di Indramayu dipastikan akan tercoreng oleh noda hitam nepotisme yang nyata.

Penulis: Red
  • Bagikan

Comment