Indramayu, tanganrakyat.id – Pembangunan infrastruktur perlintasan sebidang di Kabupaten Indramayu kini memasuki babak baru setelah sempat vakum selama lebih dari satu dekade sejak tahun 2010. Langkah progresif yang diambil Komisi 4 DPRD Kabupaten Indramayu menjadi kunci pecahnya kebuntuan tersebut.
Melalui inisiatif “jemput bola”, para wakil rakyat ini mendatangi langsung Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mendesak percepatan anggaran dan perizinan demi keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas masyarakat Bumi Wiralodra.
Upaya lobi ke pusat ini bukan tanpa alasan. Anggota Komisi 4, pada waktu itu Ketuanya M. Alam Sukmajaya, ST, MM, menegaskan bahwa realisasi pembangunan perlintasan sebidang yang mulai menghangat pada periode 2022-2023 harus murni demi kepentingan rakyat.
Pihaknya mewanti-wanti agar proyek vital ini tidak sekadar dijadikan komoditas politik menjelang Pilkada, melainkan sebagai bentuk konsistensi pelayanan publik yang berkelanjutan dan terukur.

Respon cepat pun ditunjukkan oleh Kemenhub pasca pertemuan di Jakarta tersebut. Hanya berselang satu bulan, jajaran Dirjen Perhubungan Darat langsung turun gunung ke Indramayu untuk menggelar rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten.
Kehadiran pihak kementerian ini menunjukkan bahwa lobi politik yang dilakukan Komisi 4 memiliki bobot strategis yang kuat, sehingga pemerintah pusat memberikan atensi khusus bagi kebutuhan infrastruktur di daerah ini.
Baca juga:
Komisi 4 DPRD Kabupaten Indramayu dorong pembangunan perlintasan sebidang terowongan kereta api
Rangkaian langkah konkret tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung ke titik-titik lokasi perlintasan oleh tim teknis pusat. Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan teknis sebelum pengerjaan fisik dimulai. Dengan pengawalan ketat dari Komisi 4, proyek perlintasan sebidang ini diharapkan menjadi warisan nyata yang mengakhiri penantian panjang masyarakat Indramayu selama belasan tahun.













Comment