Indramayu, tanganrakyat.id – Suasana di Balai Wartawan Kabupaten Indramayu mendadak memanas, Kamis Kliwon (02/07/2026), setelah fasilitas vital berupa water meter PDAM milik Perumdam Tirta Darma Ayu dilaporkan hilang secara misterius.
Hilangnya perangkat pengukur air ini memicu kecurigaan kuat bahwa insiden tersebut bukan sekadar tindak pencurian biasa, melainkan buntut dari konflik berkepanjangan antara jajaran wartawan dan pihak Perumdam Tirta Darma Ayu terkait kebijakan penagihan air bersih yang dianggap mencederai sinergitas selama puluhan tahun.
Kejanggalan bermula saat para wartawan yang hendak menunaikan sholat dhuhur mendapati keran air tidak berfungsi sama sekali. Setelah dilakukan pengecekan, didapati fakta bahwa unit water meter yang telah terpasang sejak tahun 1987 tersebut raib dari posisinya.
Yang mencengangkan, proses pelepasan unit tersebut dilakukan dengan sangat rapi, memiliki kemiripan pola dengan sejumlah kasus hilangnya water meter warga yang sempat marak dan mencuat ke publik beberapa bulan lalu.
Para wartawan yang menempati balai tersebut menduga kuat ada “tangan jahil” yang sengaja bermain, mengingat tensi hubungan antara insan pers dan Perumdam Tirta Darma Ayu tengah berada di titik nadir. Selama ini, para wartawan menolak kebijakan penagihan yang diberlakukan di era kepemimpinan Bupati Lucky Hakim, karena menilai bahwa layanan air gratis di Balai Wartawan adalah bentuk sinergitas yang sudah dijamin sejak era Bupati Haji Jahari hingga masa pemerintahan Nina Agustina.
Ketua PWI Indramayu, Haji Dedy S. Musashi, bersama Ketua PWRI, Sonny, menegaskan bahwa pihaknya telah berulang kali memberikan penjelasan kepada pihak PDAM, termasuk melalui Humas Sutoni, mengenai sejarah kesepakatan layanan gratis tersebut.
Namun, pihak PDAM di bawah instruksi Direktur Utama, Nurpan, disebut-sebut tetap bersikeras melakukan penagihan dan seolah menutup mata terhadap hubungan historis serta fungsi sinergitas yang selama ini terjaga harmonis dengan direksi-direksi PDAM sebelumnya.
Baca juga:
Skandal Disiplin di PDAM Indramayu: Oknum Pegawai, Akhirnya Dicopot dari Jabatan!
Hingga berita ini diturunkan, jajaran wartawan di Indramayu berencana menempuh langkah tegas dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk membuktikan siapa dalang di balik hilangnya fasilitas tersebut.
Konflik ini kini menjadi sorotan tajam, apakah ini murni kejahatan jalanan, atau sebuah bentuk intimidasi terstruktur yang dilancarkan akibat kebuntuan komunikasi antara BUMD milik Pemkab Indramayu dengan lembaga kewartawanan.













Comment