Selat Sunda, tanganrakyat.id – Suasana haru menyelimuti perairan Selat Sunda pada Jumat Pon, (18/9/2026), tatkala keluarga dari delapan penumpang speedboat nahas bersama rombongan jurnalis menggelar prosesi tabur bunga yang menyayat hati. Prosesi yang sarat duka ini dilakukan langsung di tengah gelombang laut sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para korban yang belum ditemukan.
Keputusan ini diambil setelah Tim SAR gabungan resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang telah dikerahkan secara maksimal selama sepuluh hari berturut-turut. Kendati berbagai upaya penyisiran telah dilakukan secara intensif melibatkan berbagai unsur, hilangnya korban tanpa jejak membuat tim dan pihak berwenang menghentikan operasi tersebut.
Di atas geladak kapal, untaian doa dan ayat suci dipanjatkan oleh keluarga yang larut dalam air mata keikhlasan. Mereka akhirnya berlapang dada melepas kepergian orang-orang tercinta untuk selamanya, mengantarkan mereka menuju ketenangan abadi yang kini hanya dapat dikenang dalam ingatan.
Baca juga:
Meski operasi resmi telah ditutup, kenangan dan warisan kebaikan para korban akan terus hidup di hati sanak saudara serta rekan-rekan jurnalis yang mendampingi. Peristiwa tragis ini menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat, sekaligus pengingat akan pentingnya keselamatan dalam pelayaran.











Komentar