Kades Panyabungan Tonga Bantah Melakukan Pemukulan Ke Karyawan Koperasi

  • Bagikan
Kades Panyabungan Tonga Bantah Melakukan Pemukulan Ke Karyawan Koperasi (Foto: Red)

Tanganrakyat.id, Mandailing Natal, – Kepala Desa (Kades) Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) Syamsir Siregar klarifikasi soal vidio penganiayaan karyawan Koperasi yang viral baru baru ini.

Dalam klarifikasinya ke media ini, Syamsir bercerita kejadian yang sebenarnya dan membantah jika dirinya melakukan pemukulan terhadap karyawan Koperasi Bina Artha Ventura berinisial AS.

“Saya tidak memukul, saya hanya mendorongnya, lantaran mereka (karyawan Koperasi) ribut ribut di samping rumah saya, dan sangat mengganggu kenyamanan saya dan warga lainnya yang lagi istirahat,” ucapnya.

Selain membantah tudingan melakukan pemukulan, Syamsir bercerita, karyawan Koperasi yang berjumlah 4 orang tersebut datang ke Desanya secara tidak wajar karena tidak pernah permisi dan melapor ke Kepala Desa terlebih dulu, padahal jam malam sudah diberlakukan di wilayah itu.

“Kedatangan mereka untuk menagih paksa cicilan warga saya pada jam 10 malam itu sangat tidak wajar, apalagi mereka sampai ribut ribut dan membentak serta mendorong dorong pintu nasabahnya, dan mereka tidak melapor ke saya sebagai Kepala Desanya, padahal di Desa saya itu diberlakukan jam malam,” ungkapnya

Baca Juga:

Warga Pagur : Kami Merindukan Hadirnya Pemimpin Jujur dan Amanah

Sebelum terjadi keributan, Kades ini mengaku sudah berupaya mencari solusinya dengan para penagih utang tersebut. Namun mereka justru tidak mengindahkannya, dan malah balik menantang.

“Saya sudah berupaya mencari solusinya dan beritahu ke mereka supaya penagihannya dilanjutkan besok saja, karena yang punya utang juga tidak ada uang sama sekali, dan baru pertama kali menunggak cicilan, namun mereka tetap ngotot dan tak mau pulang, dan justru mereka berbohong dan mengaku sudah se izin Kepala Desa, padahal mereka tidak meminta izin ke saya, dan saya sendiri Kepala Desanya,” tambahnya

Akibat ulah para penagih utang itu, Syamsir pun mengaku terbawa emosi, dan sontak mendorong salah satu dari karyawan Koperasi itu hingga ke tembok rumah warga.

Sementara mengenai laporan Polisi yang dilakukan oleh para penagih utang tersebut. Syamsir mengaku siap untuk menghadapinya.

“Siap menghadapinya, karena waktu kejadian banyak warga yang jadi saksi, dan tidak separah yang diberitakan,” tambahnya

Syamsir juga meminta para penagih utang agar melakukan pekerjaannya dengan benar, dan jangan meresahkan masyarakat, apalagi sampai menagih utang di tengah malam dan bisa mengganggu kenyamanan warga yang beristirahat.

Sebelumnya, tayang pemberitaan disejumlah media Online dan Televisi jika salah satu Kepala Desa melakukan penganiayaan terhadap salah satu karyawan Koperasi di wilayah Panyabungan Tonga pada Rabu Malam kemarin.

 

Penulis: SNP
  • Bagikan

Comment