Saling “Sentil” Ketua IWO Indramayu dan Kepsek MTSN 2 Bogor Terkait Banjir: Kegagalan Bupati atau Faktor Alam?

  • Bagikan
Adi Mesya paling kiri Kepsek MTSN 2 Bogor (Foto: Red)

​Indramayu, tanganrakyat.id – Bencana banjir yang mengepung hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu memicu polemik panas. Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indramayu, Kang Supardi, melontarkan kritik tajam dengan menyebut banjir kali ini sebagai bukti nyata kegagalan sistemik kepemimpinan Bupati Lucky Hakim.

​Namun, kritik tersebut justru mendapat tanggapan santai cenderung satir dari dunia pendidikan di luar daerah.

​Dalam pernyataan resminya di Kantor IWO Indramayu, Sabtu pagi (24/1/2026), Kang Supardi menegaskan bahwa meluasnya titik banjir hingga ke wilayah perkotaan menunjukkan ambruknya tata kelola ruang daerah.

​Menurutnya, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) selama ini hanya dianggap sebagai dokumen formalitas tanpa implementasi nyata di lapangan.

Banjir di Kabupaten Indramayu Jawa Barat (Foto: Red)

​“Kalau banjir sudah masuk kota dan hampir ke semua kecamatan, itu bukan kebetulan. Itu tanda tata ruang gagal dan pemerintah membiarkan kegagalan itu terjadi,” tegas Supardi serius.

Baca juga:

Indramayu Dikepung Banjir, Ketua IWO: Ini Bukti Kegagalan Sistemik Bupati Lucky Hakim!

​Ia juga menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dinilai lalai dalam pemeliharaan drainase. IWO mencatat banyaknya saluran air yang tersumbat eceng gondok, terjadi pendangkalan, hingga tertutup bangunan liar, sementara proyek fisik jalan terus dipacu tanpa sistem pembuangan air yang memadai.

​Kepala Sekolah MTSN 2 Bogor Pasang Badan: “Berarti Semua Bupati Gagal?”

​Menariknya, kritik keras IWO tersebut memancing reaksi dari Adi Mesya, Kepala Sekolah MTSN 2 Negeri 2 Wot Bogor.

Melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada Ketua IWO Indramayu pada Minggu pagi (25/1/2026), Adi membantah jika banjir tersebut sepenuhnya kesalahan Lucky Hakim.

​Dengan nada berkelakar, Adi menyebut fenomena banjir saat ini terjadi secara masif di berbagai daerah di Indonesia.

​”Di mana-mana termasuk daerah lain banjir, berarti bupati/walikota di mana-mana gagal ya?” tulis Adi Mesya dalam pesannya diikuti emotikon tertawa.

​Tarik Ulur Tanggung Jawab

​Perbedaan pandangan ini mencerminkan dua sudut pandang yang kontras di masyarakat. Di satu sisi, aktivis media menuntut akuntabilitas manajerial dari pemegang kekuasaan (eksekutif).

Baca juga:

Waspada Luapan Sungai Cimanuk, Kiki Arindi Anggota DPRD Indramayu Gerak Cepat Kawal Penanganan Banjir Kertasemaya

Di sisi lain, ada anggapan bahwa bencana ini merupakan faktor alam global yang juga melanda wilayah lain.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan kegagalan tata ruang yang dilayangkan oleh IWO.

Penulis: Red
  • Bagikan

Comment