Bandung Jawa Barat, tanganrakyat.id – Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke kediaman dinas Gubernur Jawa Barat di Gedung Pakuan, Bandung, pada Jumat Pahing (6/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional Komisi II DPR RI untuk mempererat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, guna memastikan sinkronisasi kebijakan pembangunan yang lebih efektif ke depannya.
Dalam diskusi tersebut, Rifqinizamy yang juga menjabat sebagai Presidium Majelis KAHMI menekankan pentingnya semangat gotong royong dan dialog lintas sektoral dalam menghadapi ketidakpastian tantangan global. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas sambutan hangat dan fasilitasi ruang dialog ini.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara legislatif pusat dan eksekutif daerah adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas serta mempercepat penyelesaian isu-isu strategis di wilayah Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat merespons positif kunjungan tersebut dengan mengajak seluruh jajaran perangkat daerah yang hadir untuk memanfaatkan momentum ini sebagai wadah aspirasi.
Gubernur mendorong jajarannya untuk berdialog secara terbuka dan menyampaikan berbagai persoalan mendesak di daerah langsung kepada perwakilan DPR RI.
Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret, terutama terkait administrasi pemerintahan dan pengembangan wilayah yang menjadi ranah kerja Komisi II.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama, yang semakin memperkuat suasana kekeluargaan antara pejabat pusat dan daerah.
Baca juga:
Rayakan Milad ke-79, HMI Indramayu “Gempur” Tumpukan Sampah di Desa Pangauban
Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus meningkatkan intensitas komunikasi demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Semangat kebersamaan yang tercipta di Gedung Pakuan ini diharapkan menjadi pemantik sinergi yang lebih kuat dalam menjalankan roda pemerintahan di masa mendatang.













Comment