Indramayu, tanganrakyat.id – Pelaksanaan proyek negara kembali memicu amarah publik karena dinilai dikerjakan secara serampangan dan asal-asalan. Kali ini, proyek milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berlokasi di Jalan Ir. Haji Juanda, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu tepatnya di depan Perumahan Griya Ayu menuai protes keras pada Minggu Wage, (17/5/2026) siang.
Proyek galian yang digarap oleh pihak rekanan kontraktor, PT Japras Bekasi, dituding berjalan sangat amburadul dan secara terang-terangan mengabaikan standar keselamatan publik demi mengejar keuntungan semata.
Akar kemarahan warga memuncak lantaran buruknya manajemen proyek di lapangan telah mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas. Berdasarkan laporan langsung di lokasi kejadian, beberapa warga Perumahan Griya Ayu bahkan nyaris menjadi korban kecelakaan fatal akibat kondisi area galian yang semrawut. Alih-alih mengutamakan keamanan masyarakat, area di sekitar lubang galian justru dibiarkan menganga begitu saja tanpa dilengkapi rambu pengaman atau barikade yang memadai, hingga memicu aksi protes spontan dari warga yang merasa hak keselamatannya dirampas.

Kondisi miris ini dibenarkan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Tohari. Dengan nada geram, ia mengecam keras lemahnya pengawasan terhadap proyek ini, terutama terkait penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang dinilai hanya formalitas fiktif di atas kertas. Menurut pengamatannya, para pekerja di lapangan dibiarkan melakukan pekerjaan berisiko tinggi tanpa dibekali Alat Pelindung Diri (APD) resmi, melainkan hanya terlihat santai menggunakan sandal jepit dan kaos oblong.
Kritik pedas dan kecaman mematikan juga datang dari Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indramayu, yang turun langsung memantau bobroknya proyek tersebut pada Minggu siang. “Miris saya lihatnya. Sekelas proyek negara tapi cuma terkesan buat mainan di lapangan. SOP-nya tidak ada, pengawasan nol besar. Ini terkesan seperti proyek negara yang dikerjakan asal jadi demi mengejar keuntungan semata tanpa memikirkan nyawa orang lain,” tegas Ketua IWO Indramayu Kang Supardi, dengan nada penuh kekecewaan saat diwawancarai media.
Ironisnya, indikasi kelalaian fatal ini seolah tidak dibantah oleh pihak pelaksana lapangan dari PT Japras Bekasi. Saat dikonfirmasi mengenai amburadulnya pengerjaan dan absennya alat keselamatan kerja, Warto, yang bertindak sebagai Mandor lapangan, hanya memberikan jawaban normatif yang terkesan menggampangkan nyawa manusia. Tanpa rasa bersalah yang jelas, ia hanya berdalih singkat, “Ntar akan disemprot dan menanggulanginya,” sebuah respons yang dinilai warga sangat tidak profesional.
Baca juga:
Aroma Proyek Asal Jadi! Pekerjaan PLN di Indramayu Amburadul, Warga Griya Ayu Meradang
Hingga berita ini diturunkan, gelombang desakan dari masyarakat terus menguat meminta manajemen PLN pusat serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengevaluasi total kinerja PT Japras Bekasi. Warga menuntut sanksi hitam (blacklists) dan tindakan hukum tegas diberikan kepada kontraktor nakal yang abai terhadap aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), sebelum ada nyawa manusia yang melayang akibat proyek yang mereka sebut “dikebut tanpa otak” tersebut.













Comment