oleh

OTT Tim SDO Kejaksaan Terhadap Oknum Jaksa Kejati DKI Ditangani Kejagung

-Hukum, Nasional-1.342 views

Tanganrakyat.id, Cianjur Jawa Barat – Operasi tangkap tangan yang dilakukan Tim pengamanan sumber daya organisasi (Tim Pam SDO), dalam dugaan pemerasan yang dilakukan dua Jaksa pada Kejati DKI yakni Yuniar Reza Muhammad (YRM) dan Firsto Yan Presanto (FYP) menjadi perhatian masyarakat.

Pernyataan Jaksa Agung pun di apresiasi oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI (KKRI) Barita Simanjuntak. Barita menekankan ketegasan Burhanuddin merupakan reaksi positif untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Kejaksaan. Dan, juga keinginan Presiden Joko Widodo kepada para penegak hukum untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, dan tidak menggigit orang yang benar dan tidak pura-pura salah gigit.

“Memulihkan publik trust terhadap kejaksaan agar tetap bagus,” kata Barita ketika ditemui disela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan RI, sejak 3-6 Desember 2019.

Pernyataan Jaksa Agung Burhanuddin pun menguatkan arah kebijakan Kejaksaan kedepan dalam membangun Sumber Daya Manusia yang unggul.
Sebelumnya, pada galla dinner bersama Kepala Kejati dan Peserta Rakernas, Senin 2 Desember 2019, Jaksa Agung Burhanuddin dengan tegas perintahkan jajaran pimpinan Kejaksaan untuk memperkuat sistem pengawasan melekat (Waskat).

“Tentang waskat, saya kira statement Jaksa Agung bagus itu, saya kira itu sesuatu yang ditunggu-tunggu harapan publik selama ini dan dijawab dengan respon tegas, saya kira Komisi Kejaksaan memberi dukungan supaya bagus dan benar Kejaksaan,” ujarnya.

Terkait perkara OTT Tim SDO Kejaksaan terhadap dua oknum Jaksa Kejati DKI yakni YRM dan FYR saat ini tengah ditangani Kejagung, masyarakat tinggal menunggu langkah tegas waskat untuk menindak tegas atasan yang melakukan dua tingkat diatas.

“Tentunya karena sudah ditangani (kasus YRM dan FYR), ya kita mengikuti dan memonitoring prosesnya, kan sudah ditangani, dan kita pastikan juga (Waskat) itu dilakukan dengan benar dan baik,” terang Barita.

Untuk diketahui dalam kasus OTT tim SDO Kejagung, dua Jaksa yang ketangkap itu yakni Jaksa YRM saat itu menjabat sebagai Kasie Penyidikan Pidsus Kejati DKI dan FYP menjabat sebagai Kasubsi Tipikor dan TPPU Kejati DKI. Pimpinan diatas YRM dan FYP yakni Siswanto selaku Asiten Pidana Khusus dan Warih Sadono selaku Kepala Kejati DKI. Jaksa YRM, Jaksa FYP dan Siswanto merupakan bawahan Warih Sadono.

Kasus OTT DKI dibawah kepemimpinan Warih Sadono sepanjang tahun 2019 ini bukan kali pertama, pada saat era Jaksa Agung HM Prasetyo. Ketika itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT anak buah Warih Sadono, yakni Agus Winoto saat itu menjabat sebagai Asisten Pidana Umum Kejati DKI dalam perkara dugaan suap Rp 200 juta terkait penanganan perkara investasi Rp.11 miliar, kini kasus Agus dalam proses di KPK untuk di sidang.

Sedangkan 3 anak buah Agus Winoto di proses oleh Jaksa penyidik bidang Pidsus Gedung Bundar Kejagung mereka adalah Yuniar Sinar Pamungkas bekas Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum pada Tindak Pidana Umum, kemudian Yadi Hedianto, bekas Kepala Subseksi Penuntutan dan Arih Wira Euranta Ginting, bekas Ketua Tim Jaksa Penuntut.

Meski sudah berulang kali OTT terjadi di lingkungan Kejati DKI, namun nampaknya waskat Kejagung belum mengarah ke Pimpinan tertinggi di Kejati DKI. Nah, apakah dalam kasus ott terhadap Jaksa YRM dan FYR waskat Kejagung akan mengarah ke Pimpinan Kejati DKI seperti perintah Jaksa Agung Burhanuddin dalam Rakernas Kejaksaan RI tersebut. (Red)

Komentar

News Feed