oleh

Jaksa Agung Burhanuddin Resmi Melantik Setia Untung Arimuladi Sebagai Wakil Jaksa Agung

Tanganrakyat.id, Jakarta-Jaksa Agung Burhanuddin resmi melantik Setia Untung Arimuladi sebagai Wakil Jaksa Agung, mengantikan Arminsyah yang telah meninggal dunia saat jelang masa pensiun awal Mei ini.

Diangkatnya Setia Untung oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor : 76/TPA Tahun 2020 tanggal 27 April 2020 yang sebelumnya Setia Untung dipercaya sebagai Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI sejak 15 November 2017 silam.

Berbagai kalangan mengapresiasi diangkatnya Setia Untung mendampingi Jaksa Agung Burhanuddin, lantaran sosok yang dinilai mampuni dalam hal memimpin korps Adhyaksa tersebut.

Salah satunya datang dari Komisi III DPR RI sebagai mitra lembaga penegak hukum tersebut. Ketua Komisi III Herman Heri berharap kepada Setia Untung mampu membawa intitusinya menjadi agen perubahan.

“Komisi lll berharap Pak Untung sebagai orang yang cukup mumpuni dalam hal memimpin reformasi birokrasi internal,” ucapnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (4/5/2020).

Herman juga menegaskan diangkatnya Setia Untung dapat membantu jalannya organisasi yang dikendalikan oleh Jaksa Agung Burhanuddin dengan penataan yang lebih profesional.

“Nah, ini bisa membantu JA (Jaksa Agung Burhanuddin) dalam menata kembali reformasi di tubuh Kejaksaan agar lebih baik lagi dan lebih profesional dalam semua bidang,” ucap politiis PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, Jaksa Agung Burhanuddin saat melantik Setia Untung berharap sebagai unsur pimpinan mampu berperan aktif dalam menyusun strategi kebijakan dan membantu pelaksanaan tugas pembinaan, pengembangan, dan penguatan organisasi Kejaksaan.

Burhanuddin meminta program Reformasi Birokrasi Kejaksaan tidak boleh berhenti, melainkan harus berjalan terus dan terimplementasi dengan konkrit untuk menciptakan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Sebagaimana yang diharapkan, sehingga mampu memberikan hasil yang signifikan terhadap perubahan tata pikir (mindset), budaya kerja (culture set), dan perilaku (behaviour) segenap warga Korps Adhyaksa,” harapnya.

Burhanuddin juga menekankan pengangkatan Setia Untung dinilai layak, dan tepat menduduki posisi dan kapasitas sebagai bagian dari unsur Pimpinan dan Pembantu Pimpinan, terutama dalam menghadapi dan mengatasi berbagai problematika.

Seperti diberitakan Setia Untung pada tahun 2005-2006 saat menjadi Kabang anggaran pada Biro Keuangan di Era Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dipercaya dalam kelompok kerja pembaharuan Kejaksaan sebagai tim penyusun.

Karir Untung moncer sesuai namanya, pria yang lahir di Bandung 1 Desember 1961 itu, sebelum menjadi Jaksa, Untung muda diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 1986 yang prajabatannya dimulai di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang, Jawa Barat, lalu tahun 1988 menjadi PNS di Kejati Jabar. Tahun 1989 dia lulus untuk ikut Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPJ) di Kejagung.

Dimulai dari PPJ itulah karir pria yang hobi olahraga sepeda itu menanjak, tahun 2003 dia dipercaya sebagai Kepala Bagian Anggaran Biro Keuangan pada Pembinaan Kejagung, kemudian Kepala Kejari Garut tahun 2005, Asisten Intelijen pada Kejati Kalimantan Barat 2007, Kepala Kejari Jakarta Selatan tahun 2008, kemudian menjadi Asisten Pidsus pada Kejati Jawa Tengah 2010, Asisten Khusus Jaksa Agung RI di Kejagung RI tahun 2011.

Nah, disaat tahun 2012, Dia ditunjuk sebagai Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, kemudian dipercaya sebagai Kepala Kejati Riau Tahun 2014, lalu Kepala Kejati Jawa Barat Tahun 2016, sempat menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Tahun 2017, hingga menjabat sebagai Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI 2017 dan di awal 2020 ini, sang motivator jaksa ini pun akhirnya berlabu menjadi orang nomor dua di Korps Adhyaksa. (Editor :C.tisna)

Komentar

News Feed