oleh

BEM Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Menggelar Aksi Solidaritas Untuk 7 Mahasiswa Papua

-Daerah, Peristiwa-1.368 views

Tanganrakyat.id, Surabaya-Aksi solidaritas ini adalah bentuk dukungan moral dari BEM UWK kepada kasus yang menimpa 7 aktivis Mahasiswa Papua yang mendapat Diskriminasi Hukum Oleh Negara. yang mana telah sama-sama kita ketahui , mereka adalah aktivis anti-rasisme yang hanya meminta negara untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada mereka. Tapi mirisnya malah mereka yang kembali mendapat diskriminasi. Betapa Diskriminatifnya Implementasi Hukum di Negara ini Kepada Mereka.

Belum lagi akhir-akhir ini Kita semua kembali di kagetkan oleh Putusan yang mana pelaku kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan 3 Tahun Silam hanya di jatuhi Hukuman 1 tahun penjara. Kembali lagi kita di pertontonkan suatu ketidak adilan yang ciptakan oleh negara kita sendiri.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Saat Menyampaikan Aspirasi (Foto.Red)

Betapa mirisnya kita sebagai sebuah bangsa, nilai-nilai pancasila dan kebhinekaan seakan tak lagi menjadi titik tumpu penguasa dalam berfikir dan bertindak. Ketika kita mulai berbicara mengenai isu Rasial terhadap Masyarakat Papua, mulailah Intimidasi-intimidasi oleh negara masuk, mulai dari buzzer-buzzer di sosial media yang mencoba mengontrol opini publik seolah tak terjadi apa-apa, sampai kepada Intimidasi-intimidasi langsung. Tentu saja itu akan menjatuhkan Psikis orang yang sedang ingin tau dan bersolidaritas.

Tetapi Hal ini Tidak membuat BEM UWK menyerah untuk Bersolidaritas, memang tidak banyak yang bisa kita lakukan di tengah Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, Mahasiswa banyak yang di kampung Halaman, Masa Aksi sedikit karena kampus libur dan lain sebagainya, tetapi asalkan niat dan semangat bersolidaritas itu ada, apapun bentuknya, dimanapun Lokasinya, semua bisa di lakukan, untuk itu saya menghimbau kepada seluruh Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dimanapun kalian berada, turun dan ikutlah bersama gerakan rakyat yang ingin meminta tegaknya Hukum di negeri ini terkhusus bagi kasus 7 Tapol Papua..ujar Eko Pratama Presiden BEM UWK.

Hari ini mungkin diskriminasi ini terjadi terhadap mahasiswa papua, bukan tidak mungkin besok lusa hal yang sama akan menimpa kita semua, jika kita hanya berdiam, karena sejatinya mereka yang mendiamkan tindakan rasis adalah mereka yang membiarkan kemanusiaan berada di bawah telapak sepatu kaki penguasa. Adapun sikap yang di sampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya :
1. Dukungan Solidaritas Terhadap 7 Tapol Papua.
2.Bebaskan 7 Tahanan Politik Papua Tanpa Syarat.
3.Mengusut Tuntas Aktor Intelektual terhadap kasus Penyerangan Novel Baswedan.
4.Hentikan Seluruh Tindakan Teror, Intimidasi, dan Represi terhadap Diskusi-Diskusi yang membahas tentang Rasisme dan Persoalan Lainnya.
4.Tegakkan Supremasi Hukum Di Indonesia.
5. Menghimbau Kepada Seluruh Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma di manapun kalian berada Untuk Ikut bersolidaritas melebur dalam gerakan Rakyat yang menuntut keadilan atas diskriminasi Hukum di indonesia.
Kami juga sudah berkoordinasi dengan BEM yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya untuk Bersolidaritas dalam kasus ini, setidaknya hari ini ada beberapa kampus yang menggelar Aksi Solidaritas di titik yang berbeda-beda. dan juga ada Aksi-Aksi virtual yang di lakukan oleh Teman-teman Aliansi BEM Surabaya, Ungkap Eko Pratama Yang juga selaku Koordinator Aliansi BEM Surabaya. (Tio)

Komentar

News Feed