oleh

Dua komisioner BAZNAS Indramayu dipolisikan

-Daerah, Hukum-805 views

Tanganrakyat.id, Indramayu-Efek dinamika internal Partai Golkar Kababupaten Indramayu yang tak kunjung diselesaikan oleh DPP Partai Golkar melalui mekanisme penyelesaian internal partai berujung pada saling pecat dan saling lapor antar kader dan fungsionaris.

Setelah dipecat sebagai komisioner BAZNAS Indramayu, H. Abdul Munir melaporkan dua orang komisioner BAZNAS Indramayu yang telah merekayasa dan memalsukan keterangan dan melanggar prosedur pemecatan dirinya.

Didampingi tim Penasehat Hukumnya Abdul Munir telah melaporkan ke polisi atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUH Pidana. Dan laporan ini tercatat dalam Nomor : STBPL/B/402/X/2020/SPKT III tanggal 15 Oktober 2020.

Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (Foto.Red)

Dua orang komisioner BAZNAS Indramayu yang dilaporkan tersebut adalah KH. MOH. SYATORI, SH.I, MA Wakil Ketua 1 BAZNAS yang juga ketua MUI Kabupaten Indramayu dan H. Sihabudin, SH.I wakil ketua IV BAZNAS Indramayu. Dua orang komisioner BAZNAS ini yang menurut klien kami telah diduga memberikan keterangan palsu dan membuat surat palsu sebagai dasar usulan pemecatan terhadap klien kami. Ujar Samsudin Narji, SH. Dalam keterangan pers hari ini di depan Mapolres Indramayu.

Kami hari ini telah berkoordinasi dengan penyidik untuk memastikan perkara ini berjalan sebagaimana mestinya. Dan sesuai dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Nomor :B/1023/X/2020/Reskrim Tanggal 26 Oktober 2020 bahwa sampai dengan hari ini penyidik telah memanggil dan memeriksa saksi saksi terkait perkara ini. Hari ini dipanggil Sdr. LUKMAN, S.Pd.I., M.Pd. Ketua PK Partai Golkar Kec. Kertasmaya dan Sdr. SUPANDI, S.H Ketua PK Partai Golkar Kec. Kandanghaur. Ujar Samsudin Narji, SH.

Konten dari laporan polisi klien kami adalah Surat yang bersifat Rahasia yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Hukum dan Kelembagaan BAZNAS Pusat DR. AHMAD HAMBALI, S.Ag, MH. Nomor : 09/L BAZNAS/2020 tentang Laporan Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Zakat. Dimana surat tersebut tanpa titimangsa tanggal bulan dan tahun.

Bahwa yang menjadi persoalan dalam surat tersebut adalah konten dari keterangan dua orang komisioner BAZNAS Indramayu tersebut adalah tidak benar alias keterangan palsu. Dimana dari keterangan palsu tersebut yang termuat dalam surat BAZNAS Pusat yang dijadikan dasar kesewenang wenangan dan melanggar prosedur atau mekanisme pemberhentian komisioner BAZNAS.

Baca juga:Seorang Komisioner Baznas Dipecat, Gugat ke PTUN Bandung

Perlu diketahui oleh masyarakat Indramayu secara umum bahwa klien kami tidak masalah secara pribadi atas pemberhentian secara sewenang wenang ini. Namun yang perlu dan penting bahwa laporan ke polisi ini adalah salah satu bentuk amar makruf nahi munkar agar lembaga BAZNAS dan lembaga lembaga keagamaan jangan sampai dikelola secara tidak amanah, sewenang wenang dan hanya dimanfaatkan bagi sekelompok golongan tertentu saja. (C.Tisna)

Komentar

News Feed