oleh

DPP Prawita GENPPARI Ziarah Ke Situs Ratu Pajajaran

Tanganrakyat.id, Bandung-Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Prawita GENPPARI atau biasa dikenal dengan sebutan RUMPPI (Rumah Para Pecinta Ilmu), ziarah ke Situs Ratu Pajajaran Nyai Subang Larang.

Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi bersama tim sebanyak 12 orang menempuh perjalanan selama 3 jam menuju Situs Ratu Pajajaran Nyai Subang Larang. Minggu (21/3/2021).

“Kedatangan Tim disambut langsung oleh Kepala Desa setempat, juru kunci Situs Nyai Subang Larang, dan aparat desa serta tokoh masyarakat setempat. Juru Kunci menerangkan mengenai situs sejarah tersebut kepada seluruh rombongan. Begitupun dengan Tim Prawita GENPPARI sempat menjelaskan mengenai organisasinya sebagai Pegiat Ragam Wisata Nusantara (PRAWITA) dan maksud serta tujuan dari kunjungannya tersebut,” ujar Dede Farhan Aulawi.

Lebih lanjut Setelah silaturahmi dengan para tokoh desa, lalu tim melakukan ziarah ke situs Nyai Subang Larang yang berada di tengah hutan jati di Desa Nanggerang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Situs sejarah tersebut diyakini adalah makam seorang Ratu Pajajaran yang bernama Nyai Subang Larang. Hutan Jati ini juga dikenal dengan sebutan Muara Jati dan Teluk Agung atau Astana Panjang.

Di tempat tersebut terpajang foto-foto serta benda-benda peninggalan masa kehidupan Nyai Subang Larang, seperti koin kuno, perhiasan berupa kalung dan gelang yang terbuat dari batu yang berusia ratusan tahun sehingga menguatkan tempat ini merupakan saksi sejarah perjalanan sang Ratu Pajajaran pada masanya. Kini tempat tersebut menjadi salah satu objek wisata religi yang berada di kabupaten Subang Jawa Barat.

Baca juga:Prawita GENPPARI Perluas Konsep Kepariwisataan, Lakukan Riset Tanaman Obat

Adapun mengenai situs sejarah tersebut apakah benar sebagai Makam Ratu Pajajaran atau hanya Maqom (Patilasan) saja, masih dalam penelitian para ahli. Maqom atau petilasan artinya suatu tempat dimana seseorang pernah berada di tempat itu. (Red)

Komentar

News Feed