oleh

Bupati Nina Agustina: Terkait Semburan Gas Jangan Apa-Apa Demo

Tanganrakyat.id, Indramayu-Nina Agustina Bupati Indramayu meninjau lokasi semburan gas bercampur lumpur yang kembali terjadi di kawasan sumur tua Blok Cilumbu Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu, Selasa (27/4).

Bupati Nina didampingi Asda II Maman Kostaman, Kepala Pelaksanaan BPBD Indramayu Oce Iskandar, Pihak Pertamina, Forkopimcam Tukdana, dan sejumlah perwakilan tokoh masyarakat setempat.

“Dengan terjadinya seperti ini, kan tetap dari alam juga, ini dari zaman Belanda namun timbul lagi gasnya, sehingga ini butuh kajian,” ujar Nina

Semburan gas bercampur lumpur di kawasan sumur tua Blok Cilumbu Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu Jawa Barat (Foto. Red)

Nina berjanji terus melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, BPBD Indramayu dan pihak Pertamina, termasuk melakukan langkah koordinasi dengan Dinas ESDM Propinsi Jawa Barat dan pihak Kementerian ESDM atas peristiwa semburan gas bercampur lumpur tersebut.

Pemerintah akan memastikan keamanan warga sekitar akibat semburan gas dan terus melakukan koordinasi agar persoalan di wilayah tersebut segera ditangani dengan baik.

“Ini kan tanah produktif, namun yang terpenting adalah memastikan keamanan warga sekitar. Soal kompensasi, ini bisa dibicarakan baik-baik, duduk bersama tidak harus demo,” tandasnya

Ia mengimbau, agar masyarakat sekitar tidak terprovokasi terhadap masalah yang menimpa wilayah tersebut terutama menyangkut tuntutan ganti rugi yang diminta masyarakat.

“Apakah ada penggantian atau kompensasi, kita juga pikirkan, dan kita akan melakukan kajian, apa dampaknya, apakah pipa-pipa itu melewati jalur masyarakat di tanah milik warga, jangan apa-apa demo, kita bisa diskusikan bersama,” pungkasnya

Seperti diketahui, semburan gas bercampur lumpur dan api itu tiba-tiba muncul di area bekas sumur minyak tua milik Pertamina. Lokasinya hanya berjarak sekira 500 meter dari permukiman warga.

Baca juga:Bupati Nina Agustina Lantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Kuatnya tekanan gas menimbulkan suara gemuruh yang cukup kencang terdengar hingga 5 kilometer, kali ini diikuti nyala api setinggi sekitar lima meter. Kobaran api setinggi itu lebih dari persitiwa sebelumnya yang terjadi pada akhir Oktober hingga awal November 2020 lalu. (C.Tisna)

Komentar

News Feed