oleh

Deteksi Dini Ancaman Bencana, BPBD Indramayu Akan Bentuk Relawan Tingkat Desa

Tanganrakyat.id, Indramayu-Organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO) menggelar diskusi Teras IWO dengan tema “Mengukur Program Mitigasi Bencana di Indramayu” bertempat disalah satu Caffe di Jalan Soekarno Hatta, Rabu (9/6).

Dalam diskusi menghadirkan narasumber Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Drs. Dadang Oce Iskandar, Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Rino Tarino.

Drs. Dadang Oce Iskandar Kalak BPBD memaparkan beberapa lokasi rawan bencana di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Lokasi rawan bencana tersebut merupakan wilayah-wilayah di dekat aliran sungai karena terjadi gerusan pergerakan tanah serta tanggul sungai yang kritis.

“Potensi banjir di sejumlah wilayah masih menjadi ancaman bencana yang harus diwaspadai. Kita sudah lakukan mitigasi bencana untuk mengurangi resiko terjadinya bencana,” kata, Drs. Dadang Oce Iskandar.

Masih menurut Kalak BPBD mengedukasi masyarakat terus dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur yang ada baik relawan kemanusiaan, kelompok atau komunitas serta tokoh-tokoh masyarakat hingga di tingkat desa.

“BPBD Kabupaten Indramayu juga akan membentuk relawan-relawan kemanusiaan di tingkat desa. Tujuannya sebagai jaring-jaring atau perpanjangan tangan dalam mengatasi dan melakukan deteksi dini terhadap ancaman bencana di wilayah masing-masing,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Rino Tarino mengatakan, Baguna DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu akan bersinergi dengan BPBD Kabupaten Indramayu dalam upaya sosialisasi hingga tanggap bencana.

Baca juga: Indramayu Banjir, KRI Bantu Evakuasi Warga

“Baguna memiliki jaring-jaring kader relawan kemanusiaan hingga di tingkat ranting atau desa yang siap membantu masyarakat dalam upaya sosialisasi ancaman bencana hingga penanganan dan penanggulangan bencana,”pungkasnya. (Yul)

Komentar

News Feed