Tanganrakyat.id, Indramayu-Sebagai upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia, Women’s March Indramayu memperingati kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) dengan menggelar aksi Silent Campaign, dari pukul 08:00 s/d 10:00 WIB di area Sport Center Kabupaten Indramayu.
Roihatul Jannah selaku koordinator Women’s March Indramayu sangat berterima kasih kepada semua lapisan masyarakat yang telah turut serta berpartisipasi dan ikut andil dalam aksi kampanye kemanusiaan tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang sudah berkenan mengikuti aksi silent campaign, juga kepada ibu-ibu yang turut serta menyuarakan keresahannya,” ujar Roihatul Jannah, Minggu (28/11/2021) usai aksi di Sport Center Indramayu kepada awak media.
Banyak cara yang dilakukan untuk menyuarakan keresahan. Salah satunya dengan aksi kampanye silent campaign. Di mana aksi ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan panjang Pemilihan tanggal 25 November pun bukan karena alasan, ada peristiwa penting terkait kekerasan terhadap perempuan yang terjadi pada tanggal teraebut, juga sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap Permendikbud Ristek No.30 tahun 2021.
Seperti dikatakan oleh Roihatul Jannah bahwa “aksi silent campaign dipilih sebagai bentuk sindiran bahwasanya isu ini selalu tidak dianggap; dininabobokan dan cenderung disenyapkan. Sudah seharusnya kita semua sadar dan mengakui bahwa isu perempuan adalah isu yang harus terus digaungkan dan ditegakkan, karena isu perempuan termasuk dalam isu kemanusiaan.” paparnya.
Diketahui bersama bahwa pada tanggal 25 November ada peristiwa penting terkait kekerasan terhadap perempuan.
Dikutip dari Halaman resmi Komnas Perempuan, Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan lahir sebagai penghormatan atas meninggalnya Mirabal bersaudara (Patria, Minerva & Maria Teresa).
Mirabal bersaudara meninggal pada tanggal yang sama di tahun 1960 akibat pembunuhan keji.
Pembunuhan tersebut dilakukan oleh kaki tangan penguasa diktator Republik Dominika pada waktu itu, yaitu Rafael Trujillo.
Mirabal bersaudara sendiri dikenal sebagai aktivis politik yang secara aktif berjuang demi demokrasi dan keadilan rakyat. (Kakang Prabu)













Comment