KKN 41 STAIN Madina “Budidaya Gula Merah Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal”

  • Bagikan
KKN 41 STAIN Madina “Budidaya Gula Merah Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal” (Foto: Red)

Tanganrakyat.id, Sungai Aur, – Mahasiswa KKN Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan pelatihan budidaya Gula Merah yang terbuat dari Kelapa Sawit.

Pelatihan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Nagari Sungai Aur Kecamatan Sungai Aur ini berlangsung sukses selama dua hari pada tanggal 24 dan 25 Juli 2024.

Khairil S.H, Pemateri utama dalam kegiatan budidaya tersebut mengaku, teknik budidaya dan produksi Gula Merah dari Kelapa Sawit ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Khairil juga mengatakan, selain dengan memanfaatkan potensi kelapa sawit yang melimpah di wilayah tersebut, budidaya ini juga sekaligus meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat.

“Teknik pembuatan gula merah dari kelapa sawit ini dilakukan secara detail, mulai dari tahap pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan yang menarik,” ucapnya.

Bahkan, Khairil juga mengaku, dalam proses pembuatan Gula Merah itu perlu menjaga kualitas produk agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas, serta pemasaran bagi UMKM dengan menggunakan Marketing Mix 4P yaitu, Product, Price, Promotion, dan Place.

Baca Juga:

Nelayan Pantai Barat Sungguh Memprihatinkan

Untuk itu kata Khairil, peserta pelatihan ini terdiri dari petani kelapa sawit lokal, tokoh masyarakat, serta beberapa anggota kelompok tani yang sebelumnya telah terlibat dalam usaha budidaya kelapa sawit.

“Mereka terlihat antusias mengikuti sesi teori dan aktif bertanya mengenai teknik-teknik khusus yang dapat diterapkan di lapangan, sesi diskusi juga menghadirkan pengalaman praktis dari petani yang sudah sukses mengelola usaha gula merah, dan memberikan inspirasi serta wawasan tambahan bagi peserta,” ujarnya.

Dalam sesi pelatihan, Khairil juga memberikan pemaparan mendalam tentang strategi pemasaran berbasis konsep “Marketing 4P”, yang sangat relevan bagi pengembangan UMKM di Nagari Sungai Aua.

“Keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada produksi semata, tetapi juga pada strategi pemasaran yang efektif. Produk berkualitas tinggi akan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan,” katanya.

Sementara, Wali Nagari Sungai Aur, Drs. Mohammad Zenni mengatakan, sumber daya alam yang melimpah, seperti kelapa sawit diharapkan mampu mengembangkan usaha rumahan yang bernilai tambah dan berkelanjutan.

Selain Wali Nagari, dalam kegiatan itu turut juga dihadiri Ketua Bamus Nagari Yosef Abrar, Kepala Dinas, para Bapak/Ibu Jorong, Bamus, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti pelatihan.

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah setempat terhadap peningkatan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat.

Penulis: SNP
  • Bagikan

Comment