Tanganrakyat.id, Indramayu, – Pernyataan kontroversial Lucky Hakim mengenai media lokal yang dianggap tidak waras dan memiliki pembaca sedikit telah memicu kemarahan para wartawan di Kabupaten Indramayu.
Akibatnya, para jurnalis setempat sepakat untuk memboikot semua pemberitaan terkait kegiatan Lucky Hakim.
Dalam sebuah jumpa pers terbatas yang dihadiri oleh sejumlah wartawan yang diklaim sebagai pendukungnya, Lucky Hakim melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan profesi jurnalis.
Ia menyebut media lokal yang tidak mendukungnya sebagai “tidak waras” dan mengklaim bahwa pembaca media lokal sangat sedikit.
Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi keras dari Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu. Ketua forum, Dedy S Musashi, yang juga merupakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu, menyatakan bahwa seluruh wartawan di Indramayu merasa marah dan terhina dengan pernyataan Lucky Hakim.
Sebagai bentuk protes, mereka sepakat untuk melakukan boikot terhadap semua pemberitaan yang berkaitan dengan kegiatan politikus tersebut.
“Seluruh wartawan Indramayu marah atas pernyataan itu, dan kami sepakat memboikot seluruh pemberitaan kegiatan Lucky Hakim,” tegas Dedy. Senen (18/11/2024).
Sentimen yang sama juga diungkapkan oleh sejumlah pemimpin redaksi media lokal lainnya. Urip Triandi, Pemred garisperistiwa.com, menegaskan bahwa pernyataan Lucky Hakim merupakan penghinaan terhadap martabat media lokal dan wartawan.
Ia juga menantang Lucky Hakim untuk membuktikan klaimnya bahwa pembaca media lokal sedikit.
“Tidak ada dikotomi media lokal, regional, nasional bahkan internasional. Semua berita bisa tembus ruang, waktu dan negara belahan dunia manapun. Kami jelas tersinggung, dan akan meminta pertanggungjawaban pernyataan Lucky Hakim,” tegas Urip.
Baca juga:
Calon Bupati Indramayu Hina Wartawan
Hingga saat ini, Lucky Hakim belum memberikan tanggapan resmi terkait boikot yang dilakukan oleh para wartawan Indramayu. Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan memunculkan perdebatan mengenai etika dalam berpolitik dan peran media dalam masyarakat.













Comment