Padi Huma: Harapan Baru untuk Pertanian Berkelanjutan

  • Bagikan
Padi Huma: Harapan Baru untuk Pertanian Berkelanjutan (Foto: Red)

Ciamis – Jawa Barat, tanganrakyat.id – Di tengah maraknya pertanian modern dengan segala teknologi canggihnya, sebuah metode pertanian tradisional kembali menarik perhatian. Padi huma, demikian sebutannya, kini menjadi sorotan di Kabupaten Ciamis. Tanaman yang ditanam di lahan kering tanpa irigasi ini menyimpan potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan melestarikan lingkungan.

Padi huma merupakan warisan budaya nenek moyang yang telah dipraktikkan selama berabad-abad. Cara bertanamnya yang mengandalkan kekuatan alam membuat padi huma memiliki cita rasa khas dan kualitas gizi yang lebih tinggi dibandingkan padi sawah. Namun, seiring berjalannya waktu, praktik pertanian padi huma semakin terpinggirkan akibat pesatnya perkembangan teknologi pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Ciamis, Slamet Budi Wibowo, mengungkapkan bahwa padi huma masih memiliki potensi yang sangat besar. “Padi huma merupakan alternatif yang sangat baik bagi petani di lahan non-irigasi. Selain itu, budidaya padi huma juga dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya. Senin (23/12).

Meskipun memiliki potensi yang besar, pengembangan padi huma di Ciamis masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian tradisional. Selain itu, keterbatasan pengetahuan petani tentang teknik budidaya padi huma yang modern juga menjadi kendala. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat potensi besar yang dapat dikembangkan. Beberapa daerah di Ciamis, seperti Cihaurbeuti dan Banjarsari Selatan, telah membuktikan bahwa padi huma dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi petani. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, padi huma dapat menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, berbagai upaya telah dilakukan. Pemerintah Kabupaten Ciamis, misalnya, telah memberikan pelatihan kepada petani tentang teknik budidaya padi huma yang modern. Selain itu, pemerintah juga berupaya memfasilitasi pemasaran hasil panen padi huma.

“Kami berharap padi huma dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis,” kata Slamet. “Dengan dukungan semua pihak, kita yakin padi huma dapat kembali menjadi primadona pertanian di daerah ini.”

Baca juga:

Ngobrol Bareng RAPI Lokal 01 Rancah, Dorong Pengembangan Wisata

Kisah padi huma di Ciamis mengajarkan kita tentang pentingnya melestarikan kearifan lokal. Padi huma bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan budaya masyarakat. Dengan kembali ke alam dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara bijaksana, kita dapat membangun pertanian yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat.

 

  • Bagikan

Comment