Indramayu, tanganrakyat.id – Kabupaten Indramayu Jawa Barat, yang selama ini dikenal sebagai “Kota Mangga,” dan berhasil membawa nama harum daerah sebagai penghasil mangga terbesar di Indonesia saat ini kembali menorehkan prestasi dengan munculnya varietas mangga baru yang kini jadi buruan para pecinta buah dari berbagai daerah di wilayah Indonesia bahkan dari luar negeri.
Mangga jenis varietas baru ini bernama “Mangga Agrimania, hasil budidaya inovatif dari Kelompok Tani “Wong Tanggul Ceblok” (WTC) di Kabupaten Indramayu Jawa Barat.
Uniknya, kisah sukses ini dimulai dari lahan tidur / kosong seluas 5 hektar milik PT KPI Pertamina RU VI Balongan yang sebelumnya tidak terpakai yang letaknya diarea komplek perumahan Pekerja PT KPI RU VI Balongan Indramayu Jawa Barat Indonesia.

Dengan melalui melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), lahan tersebut diubah menjadi lahan dan dijadikan kebun Mangga Agrimania produktif yang kini meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya kelompok tani ” Wong Tanggul Ceblok” yang juga merupakan penduduk lokal yang menjadi penyangga PT KPI RU VI Balongan yang letaknya berdampingan dengan Perumahan Pekerja PT KPI RU VI Balongan.
Mangga Agrimania dari Lahan Tidur yang tadinya sangat gersang yang ditumbuhi semak belukar dengan kelutan para petani menjadi lahan yang sangat membantu kesejahteraan masyarakat apalagi saat ini perekonomian sedang terpuruk dengan adanya kebun mangga Agrimania ini sangat membantu petani.
Mista (64), yang akrab disapa Bidol, selaku Ketua Kelompok Tani WTC, saat bincang – bincang dengan Kang Supardi Wartawan media tanganrakyat.id di Kebun Mangga Agrimania dengan santai bersama kelompok taninya menceritakan awal mula perjuangan mereka. “Kami mulai menanam bibit Mangga Agrimania sebanyak 600 pohon pada tahun 2018.

Dan Alhamdulillah, setelah 3 tahun lamanya pohon-pohon ini mulai menghasilkan buah,” ujarnya. Rabu Kliwon (6/8/2025).
Tak main-main, harga Mangga Agrimania di pasaran mencapai Rp 50.000 per kilogram, langsung dari kami (petani) dan ada yang beratnya mencapai 1.4 kg per buahnya, ini sangat membanggakan dan diburu sama pecinta buah Mangga Agrimania, karena kebanyakan konsumen juga pesan duluan ke kami (petani) begitu sudah masa panen tinggal diantar ke konsumen.
Dengan hasil panen yang memuaskan, lahan yang tadinya kosong kini menjadi sumber penghasilan yang melimpah bagi 12 anggota kelompok tani WTC. “Kami sangat bersyukur dengan bantuan PT KPI RU VI Balongan ini. Lahan kosong bisa jadi lahan penunjang mensejahterakan,” tambah Mista.
Eduwisata dan Energi Terbarukan
Program ini tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga berkembang menjadi Eduwisata Agrimania. Menurut Deanindita, mahasiswi Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran yang sedang PKL, program ini adalah sarana positif untuk meningkatkan perekonomian lokal dan memperkenalkan mangga Agrimania ke khalayak luas.
“Program ini sangat strategis dan berdampak nyata. Selain meningkatkan ekonomi petani, juga menjadi media pembelajaran pertanian modern,” kata Nazmarru, mahasiswa IPB,” disela -sela PKL.
Hal yang membuat kebun ini semakin istimewa adalah sentuhan teknologi ramah lingkungan. Aulia Rifdah Yuliana, mahasiswi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan ITB, terkesan dengan penggunaan solar cell sebagai sumber listrik di area kebun.
“Kebun ini tidak hanya hijau secara tampilan, tapi juga ramah lingkungan. Ini adalah contoh nyata bagaimana lahan kosong bisa diubah menjadi tempat yang produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan,” jelasnya. Rabu Kliwon, (6/8).
Lain halnya dengan Nazmarru Mahasiswa IPB (Menurut saya, program Eduwisata Mangga Agrimania yang dijalankan oleh Pertamina RU VI Balongan melalui program CSR merupakan langkah strategis yang sangat positif dan berdampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi petani melalui pengembangan varietas mangga unggul, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat melalui pendekatan berbasis pemberdayaan dan edukasi.
“Saya juga melihat aspek edukatif dari program ini sangat penting, karena mampu menjadi media pembelajaran pertanian modern, baik bagi pelajar, mahasiswa, maupun petani muda. Bahkan, potensi eduwisata dari kebun Agrimania ini membuka ruang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata lokal,” tambah Nazmarru.
Baca juga:
Kang Supardi, Wartawan Muda Penuh Berkah
Kisah sukses “Wong Tanggul Ceblok” ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perusahaan dan masyarakat bisa menciptakan dampak positif yang besar, mengubah lahan tidur menjadi sumber berkah, serta mempromosikan produk lokal unggulan Indramayu ke kancah nasional.












Comment