Indramayu, tanganrakyat.id – Kasus dugaan tindakan penagihan utang yang melampaui batas etika kembali mencuat di Indramayu.
Seorang warga Desa Taman Sari Blok Kepuh, Kecamatan Lelea, Susanti, mengaku sangat terintimidasi dan dipermalukan oleh petugas penagihan dari Bank Mekar Cabang Lelea. Intimidasi ini terjadi hanya karena ia terlambat membayar angsuran.
Susanti, yang meminjam dana sebesar Rp 4.000.000,00 dan telah mencicil lebih dari 20 kali angsuran, kini sedang mengalami keterpurukan ekonomi. Penghasilan suami yang hanya cukup untuk makan membuat ia kesulitan memenuhi kewajiban membayar utang.
”Saya merasa malu dan sedih ketika ditagih di depan rumah dengan bahasa yang kurang menyenangkan,” ujar Susanti. Selasa (25/11).
Nagih Tak Kenal Waktu dan Tempat
Bukan hanya masalah kata-kata, menurut penuturan Susanti dan mertuanya, Kasinih, petugas Bank Mekar disebut-sebut tidak mengenal waktu dan tempat saat melakukan penagihan.
”Petugas penagihan Bank Mekar tidak mengenal waktu dan tempat, dari mulai nagih di area sekolah sampai larut malam kunjungan ke rumah,” ungkap Susanti.
Mertua Susanti, Kasinih, juga merasakan kesedihan karena sering harus menghadapi petugas yang selalu memaksa dan mewajibkan pembayaran, terutama saat Susanti tidak ada di rumah.
Puncaknya, intimidasi terakhir terjadi pada hari Sabtu, 22 November 2025, sekitar pukul 17.00 WIB.
Susanti menegaskan bahwa ia tidak berniat lepas dari tanggung jawab. Bahkan, saat ini ia sedang memproses keberangkatan untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri. Langkah ini diambil semata-mata agar ia bisa melunasi seluruh utangnya.
Sayangnya, niat baik Susanti tak diimbangi dengan sikap toleransi dari pihak Bank Mekar. “Pihak Bank Mekar tidak ada yang toleransi,” keluhnya.
Ketika dikonfirmasi via WhatsApp oleh awak media, petugas Bank Mekar yang bernama Dian membantah keras tudingan bersikap kasar.
”Saya tidak pernah bersikap kasar,” ujar Dian. Ia justru mempertanyakan tindakan Susanti yang menghubungi media.
Alih-alih meredam masalah, Dian memberikan respons yang cukup menantang. “Kenapa Ibu Susanti membawa-bawa orang media, saya juga punya saudara polisi. Kalaupun harus dipersoal sampai pihak pemerintah desa saya siap,” pungkasnya.
Baca juga:
Pemuda Sulawesi Utara Ditahan Atas Klaim Retas 4,9 Juta Data Nasabah Bank
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Bank Mekar terkait dugaan perilaku petugasnya ini.













Comment