Jakarta, tanganrakayat.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, komunitas, hingga diaspora yang ingin menyalurkan bantuan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera.
Dalam rapat terbatas mengenai pembangunan 600 hunian yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (1/1), Presiden menyatakan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat diapresiasi sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, asalkan dikelola melalui mekanisme yang jelas dan diawasi ketat oleh pemerintah pusat serta daerah.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh donasi, baik dari diaspora Aceh, Minangkabau, Batak, maupun kelompok lainnya, dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga terdampak tanpa menimbulkan masalah prosedur di masa depan. Presiden menginstruksikan agar setiap pemberi bantuan bersurat secara resmi kepada pemerintah untuk pendataan.
Selain itu, pemerintah berencana membuka rekening khusus pascabencana guna memfasilitasi transparansi aliran dana agar bantuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
Namun, Presiden Prabowo memberikan catatan kritis bahwa bantuan yang diberikan harus didasari niat yang tulus dan ikhlas tanpa adanya kepentingan terselubung atau tuntutan di kemudian hari.
Ia menekankan pentingnya integritas dalam pemberian bantuan untuk menghindari pengalaman pahit di masa lalu, di mana bantuan justru menjadi alat “penagihan” utang budi.
Baca juga:
Dengan prosedur yang satu pintu dan transparan, pemerintah berkomitmen melindungi masyarakat terdampak dari potensi komplikasi administratif maupun politik dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.













Comment