Tragedi di Sukasari: Belum Sempat Dilantik, Kuwu Terpilih Meninggal Dunia Usai Jalani Ritual Adat

  • Bagikan
Tragedi di Sukasari: Belum Sempat Dilantik, Kuwu Terpilih Meninggal Dunia Usai Jalani Ritual Adat (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id  – Kabar duka menyelimuti Bumi Wiralodra. Ibu Tarsitem, Kepala Desa (Kuwu) terpilih Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, meninggal dunia pada Jumat Wage (2/1/2026) pagi.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam karena almarhumah menghembuskan napas terakhir sebelum sempat merasakan kursi pelantikan resmi.

​Almarhumah dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Indramayu (Dead on Arrival). Pihak keluarga menduga bahwa kelelahan fisik yang ekstrem menjadi penyebab utama menurunnya kondisi kesehatan almarhumah secara drastis.

​Selain beban pikiran pasca-Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak pada 10 Desember lalu, almarhumah diketahui baru saja menjalani prosesi ritual adat turun-temurun, yakni “Keliling Desa Tengah Malam”. Ritual ini merupakan tradisi bagi pemimpin terpilih yang menuntut ketahanan fisik luar biasa karena dilakukan dengan berjalan kaki mengitari batas wilayah desa di jam-jam istirahat.

​Evaluasi Tradisi dan Beban Politik
​Tragedi ini memicu diskusi hangat di tengah masyarakat mengenai relevansi ritual fisik bagi calon pemimpin. Berikut adalah beberapa poin yang menjadi sorotan:

​Tekanan Fisik & Psikis: Gabungan antara tensi politik yang tinggi selama kampanye dan kewajiban menjalankan ritual adat yang menguras tenaga menjadi beban ganda bagi kesehatan.

​Apresiasi vs Keselamatan: Meski niat menjalankan tradisi adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, aspek medis dan batas kemampuan tubuh manusia seringkali terabaikan.

​Perlunya Standardisasi: Banyak pihak mulai menyuarakan agar ritual adat dapat disesuaikan secara teknis tanpa mengurangi nilai spiritualnya, demi menjamin keselamatan para pemimpin desa terpilih.

​Kehilangan Sosok Pemimpin
​Kemenangan Ibu Tarsitem pada Pilwu Desember lalu sejatinya membawa harapan baru bagi warga Desa Sukasari. Namun, takdir berkata lain; janji-janji pembangunan kini hanya menjadi kenangan sebelum sempat ditunaikan.

​”Ini adalah kehilangan besar. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar ke depan, kesehatan dan keselamatan calon pemimpin tetap menjadi prioritas utama di atas prosedur formal maupun adat,” ujar salah satu warga setempat.

Baca juga:

Khaerul Anam Raih Kemenangan Telak! Kuwu Desa Singajaya Terpilih Periode 2026-2033

​Catatan Redaksi: Kepergian Ibu Tarsitem adalah pengingat bagi kita semua bahwa pengabdian memang memerlukan dedikasi, namun kesehatan adalah modal utama untuk benar-benar bisa melayani rakyat.

Penulis: Redaksi
  • Bagikan

Comment