Jakarta, tanganrakyat.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sukses menutup tahun 2025 dengan capaian gemilang setelah mencatatkan produksi migas sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD).
Angka ini terdiri dari produksi minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi mencapai 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Keberhasilan ini dipicu oleh masifnya aktivitas operasional, termasuk pengeboran 886 sumur eksploitasi dan penemuan cadangan baru yang signifikan di berbagai wilayah kerja, seperti sumur Migas Non-Konvensional (MNK) di Blok Rokan.
Strategi PHE dalam menjaga ketahanan energi nasional dilakukan melalui kombinasi optimalisasi lapangan tua dan percepatan proyek strategis. Salah satu terobosan utamanya adalah penerapan teknologi Multistage Fracturing (MSF) di WK Rokan yang menjadikan Pertamina sebagai pionir teknologi tersebut di Indonesia.
Selain itu, beberapa proyek besar seperti Sisi Nubi di Mahakam dan Senoro Selatan telah resmi beroperasi (onstream), memperkuat infrastruktur hulu migas Indonesia di tengah tantangan global yang semakin dinamis.
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, menegaskan bahwa seluruh pencapaian ini diraih dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang bersih.
Baca juga:
Elnusa Tebar Inovasi Teknologi: Strategi Jitu Pangkas Biaya Operasi Migas hingga 25%
Hingga akhir Desember 2025, realisasi sumur eksplorasi seperti PPC-01 di Jambi Merang bahkan mampu melampaui target produksi awal. Ke depan, PHE berkomitmen terus berinvestasi pada eksplorasi dan teknologi canggih guna menekan laju penurunan produksi alami sekaligus memastikan pasokan energi untuk pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.













Comment