Indramayu, tanganrakyat.id – Aliansi Mahasiswa Universitas Wiralodra (UNWIR) melakukan aksi protes keras pada Sabtu Wage, (28/03/2026) setelah mencium adanya aroma busuk dalam proses pemilihan rektor yang dinilai penuh rekayasa.
Mereka menuding panitia pelaksana sengaja menciptakan “lubang” manipulasi dengan mendadak membuang sistem penilaian berbasis Artificial Intelligence (AI) yang sebelumnya dijanjikan transparan.
Aliansi menilai, peralihan mendadak ke metode manual di tengah jalan merupakan taktik licik untuk memuluskan jalan bagi calon “titipan” penguasa kampus.
Kemarahan mahasiswa memuncak saat tim IT internal membongkar fakta bahwa data digital hasil Fit and Proper Test sebenarnya belum selesai direkapitulasi. Namun, secara ajaib, angka-angka nilai sudah beredar luas dan diduga kuat merupakan hasil fabrikasi subjektif yang dipaksakan.
“Ini adalah pengkhianatan terhadap nalar akademik! Sistem digital dibuang karena kejujuran AI tidak bisa diajak kompromi untuk memenangkan kepentingan pihak tertentu,” tegas SS, salah satu perwakilan mahasiswa saat diwawancarai media.
Kekacauan ini juga menyeret nama Pembina dan Pengawas Yayasan yang dianggap mandul dalam menjalankan fungsi pengawasan. Mahasiswa menuding para petinggi yayasan justru membiarkan aturan main diubah seenaknya tanpa dasar hukum yang jelas, sehingga menciptakan ketidakpastian hukum di lingkungan UNWIR.
Kondisi ini dinilai sebagai bentuk maladministrasi sistematis yang sengaja dirancang untuk mengebiri objektivitas demi mempertahankan status quo kekuasaan.
Kini, Aliansi Mahasiswa UNWIR menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan mengancam akan melakukan eskalasi gerakan jika transparansi data tidak segera dibuka ke publik.
Baca juga:
Senat Universitas Wiralodra Gelar Penilaian Tahap Pertama Calon Rektor Masa Bakti 2026 – 2030
Mereka menuntut audit menyeluruh terhadap hasil penilaian manual yang dianggap sebagai produk haram hasil bypass keamanan data. “Kami tidak akan membiarkan marwah institusi ini dijual demi kepentingan kursi jabatan,” pungkasnya.













Comment