Palembang, tanganrakyat.id – PT Hutama Karya (Persero) terus memacu penyelesaian proyek strategis nasional Jalan Tol Palembang – Betung (Paltung) seksi 1-2 guna mengejar target operasional penuh sebelum periode Nataru dan Lebaran 2027. Hingga Maret 2026, progres gabungan pembangunan jalan tol sepanjang 54 kilometer ini telah mencapai 91,21%. Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi utama dalam mengurai kemacetan kronis di jalan nasional serta memangkas waktu tempuh perjalanan menuju Jambi hingga 3 jam lebih cepat.
Proyek yang sempat terhenti pada 2022 ini dilanjutkan kembali oleh Hutama Karya sejak Oktober 2024 setelah proses pengalihan konsesi dari PT Waskita Sriwijaya Tol. Project Director Ruas Palembang – Betung Seksi 1-2, Fakhrudin, menjelaskan bahwa saat ini pengerjaan difokuskan pada penyelesaian sisa konstruksi yang cukup menantang.
Tim di lapangan kini tengah bekerja keras merampungkan struktur di atas lahan rawa yang labil agar menghasilkan konstruksi jalan yang kokoh dan tahan lama bagi pengguna jalan.
Untuk mengatasi kendala tanah lunak di lahan basah, Hutama Karya menerapkan teknologi vacuum preloading atau metode perbaikan tanah dasar pada tiga titik krusial, yakni Sta 41, Sta 46, dan Sta 48.
Teknologi ini sangat penting untuk mencegah terjadinya penurunan tanah (settlement) di masa depan, mengingat kedalaman rawa di lokasi tersebut cukup signifikan. Fokus penanganan khusus ini mencakup area sepanjang 1,2 kilometer yang membutuhkan ketelitian ekstra sebelum masuk ke tahap pengaspalan akhir.
Selain fokus pada badan jalan, Hutama Karya juga menargetkan penyelesaian Jembatan Sungai Musi V yang merupakan bagian integral dari proyek ini pada Triwulan ke-4 tahun 2026. Namun, Fakhrudin menyebutkan bahwa tantangan saat ini masih ada pada pembebasan lahan di exit tol Simpang Sebidang Pangkalan Balai yang menjadi kewenangan Kementerian PU.
Kelancaran pembebasan lahan ini sangat menentukan kecepatan pembangunan akses keluar tol yang langsung terhubung ke jalan nasional.
Baca juga:
Kehadiran Tol Paltung ini telah terbukti memberikan dampak positif saat difungsionalkan secara gratis pada masa Lebaran 2026 lalu, di mana ribuan kendaraan berhasil dialihkan dari jalur arteri. Sebagai bagian dari integrasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), jalur ini juga terhubung dengan ruas Kayu Agung – Palembang yang saat ini sedang menjalani perbaikan aspal (overlay) oleh PT Waskita Sriwijaya Tol. Sinergi ini diharapkan menciptakan konektivitas yang mulus dan nyaman bagi seluruh pengendara di wilayah Sumatera Bagian Selatan.













Comment