Jakarta, tanganrakyat.id – Ibu Kota lumpuh total sejak Kamis Legi (9/4/2026) sore akibat pemadaman listrik massal (blackout) yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Bukannya bersiaga di pusat kendali untuk menyelesaikan krisis yang menjebak penumpang MRT di bawah tanah dan melumpuhkan ekonomi warga, jajaran petinggi PLN UID Jakarta Raya justru tertangkap kamera asyik bersepeda santai di jalanan Jakarta pada Jumat Pahing pagi.
Aksi pamer gaya hidup sehat di tengah penderitaan rakyat ini sontak memicu gelombang kemarahan luar biasa dari berbagai lapisan masyarakat yang merasa dikhianati oleh penyedia layanan publik tersebut.
Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN), Haji Teuku Yudhistira, mengutuk keras sikap nir-empati para petinggi perusahaan pelat merah itu.
Yudhistira pada Sabtu Pon, 11 April 2026 menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan simbol kegagalan kepemimpinan yang lebih mementingkan citra pribadi daripada tanggung jawab moral kepada pelanggan.
Menurutnya, manajemen PLN telah kehilangan kepekaan sosial dengan membiarkan warga dalam ketidakpastian tanpa adanya penjelasan resmi maupun permohonan maaf yang tulus dari pimpinan tertinggi sejak pemadaman dimulai.
Buntut dari arogansi dan ketidakprofesionalan ini, desakan agar Presiden segera mengevaluasi total manajemen PLN menggema kencang.
Yudhistira menuntut pencopotan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, serta General Manager PLN UID Jakarta Raya karena dianggap gagal total menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
Catatan hitam pemadaman berulang di berbagai wilayah selama masa jabatan mereka menjadi bukti otentik adanya bobrok sistemik dalam manajemen krisis yang tidak bisa lagi ditoleransi oleh masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan, kantor pusat PLN masih membisu terkait penyebab utama gangguan listrik yang dikonfirmasi bukan karena bencana alam (force majeure) tersebut.
Baca juga:
Absennya kehadiran fisik pimpinan di lapangan serta minimnya transparansi informasi kian memperkeruh situasi di media sosial. Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah untuk segera melakukan “pembersihan” di tubuh PLN demi mengembalikan martabat pelayanan publik yang profesional dan berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan gaya hidup elit semata.













Comment