Jakarta, tanganrakyat.id – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI resmi merangkul puluhan homeless media raksasa yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF) untuk memperluas jangkauan komunikasi publik pemerintah di Jakarta, Rabu Pon (6/5).
Kepala Bakom, Muhammad Qodari, secara terbuka mengincar akses ke ratusan juta pengikut dan miliaran views bulanan dari akun-akun media sosial populer seperti Folkative, Indozone, hingga Dagelan.
Langkah strategis ini memicu tanda tanya besar di tengah publik mengenai apakah ini merupakan upaya murni penyebaran informasi atau sekadar strategi halus pemerintah untuk “menjinakkan” narasi independen di media sosial melalui kanal-kanal yang selama ini menjadi rujukan utama generasi Z dan Milenial.
Pertemuan yang dihadiri oleh para pengelola kanal digital tanpa situs web resmi ini berdalih untuk memperbaiki kualitas verifikasi berita dan prinsip cover both side yang dianggap masih lemah di kalangan new media.
Qodari menekankan bahwa dengan keterjangkauan mencapai 5 miliar tayangan per bulan, kolaborasi ini krusial untuk memastikan realitas komunikasi digital selaras dengan agenda pemerintah.
Meskipun perwakilan INMF, Timothy Marbun, berkilah bahwa pertemuan pada Selasa Pahing (5/5) tersebut tidak menghasilkan komitmen politik apa pun, keberadaan forum ini di markas Bakom menunjukkan adanya jalur khusus informasi yang berpotensi mengaburkan batasan antara produk jurnalistik independen dan materi sosialisasi kebijakan.
Di balik dalih peningkatan kualitas pemberitaan, banyak pihak khawatir kemitraan ini akan mengancam independensi redaksi media-media tersebut. Dengan alasan “membuka akses konfirmasi kinerja pemerintah,” pemerintah sebenarnya tengah membangun infrastruktur opini publik yang masif di platform Instagram, TikTok, dan YouTube.
Baca juga:
Jika sebelumnya homeless media menjadi ruang kritik yang bebas dan organik, keterlibatan aktif Bakom dikhawatirkan akan mengubah kanal-kanal kreatif tersebut menjadi corong promosi terselubung yang sulit dibedakan oleh netizen awam dari konten hiburan sehari-hari.













Comment