Indramayu, tanganrakyat.id – Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, MTsN 2 Indramayu resmi melaksanakan deklarasi pencegahan bullying atau perundungan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Rabu Pon, (15/7/2026) pagi ini bertempat di halaman sekolah dan diikuti oleh seluruh elemen madrasah, mulai dari kepala madrasah, komite, guru, tenaga kependidikan, hingga perwakilan siswa.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Pernyataan Komitmen Bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 2 Indramayu. Seluruh peserta yang hadir dengan lantang menyatakan ikrar untuk bersatu padu mendukung lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun sosial.
Baca juga:
Kang Supardi: Sekolah Aman, Masa Depan Cerah, Wujudkan Lingkungan Belajar Bebas Bullying
Sebagai simbol keseriusan dalam mengimplementasikan komitmen tersebut, acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan pakta integritas. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Madrasah, pihak komite, dewan guru, serta perwakilan pengurus organisasi siswa sebagai wujud nyata dukungan kolektif seluruh warga sekolah terhadap upaya pencegahan bullying.
Kepala MTsN 2 Indramayu, Muhammad Kholid, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bukti nyata keseriusan madrasah dalam melindungi peserta didik.
Menurutnya, lingkungan yang inklusif dan aman menjadi kunci utama bagi siswa agar dapat berkembang secara maksimal tanpa adanya rasa takut atau terintimidasi oleh tindakan perundungan.
”Bullying adalah tindakan yang dapat merusak mental dan kepercayaan diri anak. Oleh karena itu, kita semua harus berperan aktif untuk mencegahnya agar proses belajar mengajar tetap nyaman bagi setiap individu,” tegas Muhammad Kholid di hadapan para siswa dan guru.
Baca juga:
Transformasi Matsama Menjadi Matamuda di MTsN 2 Indramayu: Fokus pada Madrasah Ramah Anak
Melalui deklarasi ini, MTsN 2 Indramayu berharap dapat menjadi pelopor madrasah ramah anak di wilayahnya. Pihak sekolah optimis bahwa dengan meniadakan budaya bullying, madrasah akan mampu menumbuhkan karakter positif serta mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.













Comment