Indramayu, tanganrakyat.id – Ratusan warga dari desa penyangga PT Polytama Propindo di Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, menggelar unjuk rasa pada Rabu (6/8). Massa yang tergabung dalam LPPPM (Lembaga Pendamping dan Pemberdayaan Petani dan Masyarakat) menuntut agar dilibatkan dalam berbagai pekerjaan proyek yang diadakan oleh perusahaan, yang dikenal sebagai salah satu produsen plastik terbesar di Indonesia.
Aksi ini dipicu oleh rasa frustrasi warga yang merasa diabaikan oleh pihak manajemen PT Polytama Propindo.
Hasanudin atau yang akrab disapa Bang Yus dari Persatuan Welder Indramayu Bersatu (PWIB) mengungkapkan bahwa perusahaan terkesan acuh tak acuh terhadap masyarakat sekitar.
“Kami sudah beberapa kali melayangkan permohonan audiensi, namun tidak pernah ditanggapi oleh pihak manajemen PT Polytama. Hingga akhirnya, hari ini terjadi unjuk rasa,” ujar Bang Yus. (Rabu, 6/8) siang disela – sela demo.
Baca juga:
Menanggapi demonstrasi ini, Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim se -Indonesia Muda (ICMI MUDA) Didik Himmawan, S.S., M.Pd.I., menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal. “Setiap lembaga sepatutnya merangkul setiap elemen masyarakat agar mereka merasa berdaya di tanah leluhur ini,” katanya.

Didik, menambahkan bahwa sudah seharusnya masyarakat pribumi bisa hidup layak di tanah yang kaya ini. ICMI Muda Indramayu berencana melakukan kajian strategis untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat.
Baca juga:
Sempat Padam Tangki Gasoline Terbakar Kembali
Ia juga berharap PT Polytama Propindo dapat menjalin kerja sama yang lebih baik dengan masyarakat demi menjaga citra perusahaan di tingkat nasional. “Jangan sampai perusahaan kelas nasional ini mendapat citra buruk yang bisa berdampak pada produksi. Mari bergandengan tangan dengan masyarakat agar tercipta suasana yang lebih kondusif,” tutupnya.
Aksi unjuk rasa ini mencerminkan ketegangan antara perusahaan besar dan masyarakat lokal yang merasa tidak mendapat manfaat dari keberadaan industri di wilayah mereka sendiri. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT Polytama Propindo terkait tuntutan para demonstran.













Comment