Indramayu, tanganrakyat.id – Di tengah hiruk pikuk Kabupaten Indramayu, sebuah permata spiritual berdiri kokoh, menyimpan jejak sejarah panjang. Inilah Masjid Kyai Syakir, yang berlokasi strategis di Jl. Plaju Raya Wot Gali, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat.
Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah biasa. Dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Desa Singajaya, Masjid Kyai Syakir telah menjadi saksi bisu perkembangan syiar Islam di wilayah tersebut. Usianya yang sepuh menjadikannya tidak hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai cagar budaya spiritual yang patut dijaga.
Tradisi Malam Jumat yang Tak Pernah Padam
Daya tarik utama Masjid Kyai Syakir adalah tradisi ibadah malam Jumat-nya.
”Biasanya kalau malam Jum’at, masjid ini akan dipenuhi oleh umat muslim,” ujar Kang Ato tokoh masyarakat setempat.
“Mereka datang bukan hanya dari Desa Singajaya, tetapi juga dari berbagai daerah di sekitar Indramayu.” tambah Kang Ato, Jum’at (28/11).

Pada malam yang dianggap mulia dalam Islam ini, pelataran dan ruang utama Masjid Kyai Syakir menjadi lautan jamaah. Mereka berbondong-bondong datang untuk melaksanakan berbagai amalan sunnah, mulai dari membaca surah Yasin, zikir bersama, hingga salat sunah dan mendengarkan tausiah.
Fenomena ini menunjukkan kuatnya ikatan spiritual masyarakat dengan Masjid Kyai Syakir. Atmosfer kekhusyukan dan kebersamaan yang tercipta di malam Jumat seolah menjadi ‘magnet’ yang menarik hati para pencari ketenangan dan keberkahan.
Baca juga:
Menara Runtuh, Nasib Masjid Islamic Indramayu Jadi Sorotan
Bagi warga Indramayu dan sekitarnya, mengunjungi Masjid Kyai Syakir, terutama di malam Jumat, telah menjadi tradisi yang berharga, meneguhkan posisinya sebagai pusat spiritual dan warisan keagamaan yang tak ternilai harganya.













Comment