Indramayu Terendam, Pernyataan “Air dari Langit” Bupati Lucky Hakim Picu Amarah Warga!

  • Bagikan
Indramayu Terendam, Pernyataan "Air dari Langit" Bupati Lucky Hakim Picu Amarah Warga! (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id – Bencana banjir yang melumpuhkan hampir seluruh wilayah Kabupaten Indramayu sejak Kamis (22/1) memicu polemik panas. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, justru menuai kritik tajam setelah videonya viral saat meninjau lokasi bencana.

Dalam video tersebut, Lucky meminta warga untuk tidak saling menyalahkan dan menyebut banjir hanyalah fenomena alam karena air yang datang dari langit, hulu, dan laut. Pernyataan ini dinilai publik sebagai bentuk lepas tangan dan kegagalan dalam melakukan mitigasi bencana yang konkret bagi “Kota Mangga”.

​Gelombang protes langsung meledak di media sosial, di mana warga menuding pemerintah daerah abai terhadap buruknya sistem drainase dan birokrasi yang berbelit.

Salah satu warga, Nubaeti mengeluhkan sulitnya normalisasi saluran yang terhambat aturan administratif. “Masa iya normalisasi harus buat pengajuan proposal dulu?

Kang Supardi Ketua IWO Kabupaten Indramayu Jawa Barat (Foto: Red)

Berarti kalau ada bencana butuh bantuan harus buat proposal dulu? Kalau begini harus teriak dulu buat video agar didengar KDM (Gubernur Jabar),” sindirnya pedas, menggambarkan betapa kaku dan lambatnya respon birokrasi di tengah situasi darurat.

“Serangan Eceng Gondok di aliran Sungai Cimanuk Indramayu, itu bisa menjadi sumber bencana, karena akan  menghambat laju arus air akibat mampet nya saluran di sebabkan Eceng Gondok, ini kewenangan siapa PSDA PUPR Pemda Indramayu dan BBWS Balai Cimanuk – Cisanggarung atau Siapa? Senen , 26 Januari 2026.

Baca juga:

Indramayu Dikepung Banjir, Ketua IWO: Ini Bukti Kegagalan Sistemik Bupati Lucky Hakim!

Dan satu lagi Sport Center sudah parah itu sebenarnya mau diapakan? ini harus diselesaikan jangan bilang hujan dari langit terus urusan selesai,” ucap Nur Baeti,  dengan nada kesal.

​Kritik paling keras datang dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Indramayu. Ketua IWO, Kang Supardi, menegaskan bahwa banjir ini adalah bukti nyata kegagalan sistemik Bupati dalam mengelola tata ruang daerah.

Baca juga:

Saling “Sentil” Ketua IWO Indramayu dan Kepsek MTSN 2 Bogor Terkait Banjir: Kegagalan Bupati atau Faktor Alam?

Ia menyoroti penumpukan Rceng Gondok di Sungai Cimanuk dan Sungai Ceblok yang menghambat laju air namun seolah dibiarkan tanpa tindakan nyata dari dinas terkait.

“Lucu bupati kita ini, bukannya berusaha dulu secara teknis, malah meminta masyarakat pasrah dan menyebut ini ketentuan Tuhan,” tegas Kang Supardi, sembari memperingatkan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Indramayu kini hanya sekadar dokumen  tanpa implementasi di lapangan.

Penulis: Achmad
  • Bagikan

Comment