Indramayu, tanganrakyat.id – Publik Indramayu mendadak diguncang isu miring pasca beredarnya kabar bahwa Wakil Bupati Indramayu, Haji Syaefudin, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar).
Rumor panas ini menuduh Haji Syaefudin terlibat dalam dugaan kasus korupsi tunjangan perumahan DPRD Indramayu tahun 2022. Isu yang menyebar liar di media sosial tersebut langsung memicu kegaduhan dan spekulasi liar di tengah masyarakat yang mempertanyakan integritas sang pemimpin daerah.
Tak tinggal diam melihat reputasinya diinjak-injak, Haji Syaefudin yang baru saja menginjakkan kaki di tanah air setelah menunaikan ibadah haji, langsung angkat bicara pada Minggu Kliwon, (7/6).
Ia membantah keras tudingan m some tersebut dan menegaskan bahwa kabar itu murni hoaks. Haji Syaefudin menambahkan hingga detik ini, tidak pernah ada satu pun aparat penegak hukum (APH) yang mendatangi rumahnya, apalagi melayangkan surat penetapan tersangka resmi dari pihak Kejati Jabar.
Baca juga:
Demi membersihkan namanya, Wakil Bupati Indramayu ini langsung membongkar fakta hukum yang sengaja ditutupi oleh oknum penyebar rumor. Haji Syaefudin menjelaskan bahwa kenaikan tunjangan perumahan DPRD pada tahun 2022 lalu didasari oleh kajian eksternal yang sah dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan diperkuat oleh Peraturan Bupati. Ia juga membeberkan bahwa hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kala itu murni merupakan kesalahan administrasi pendaftaran KJPP, tanpa ada kerugian negara sepeser pun ataupun perintah untuk mengembalikan uang ke kas daerah.
Melihat kejanggalan dari hembusan isu yang sangat mendadak ini, banyak pihak mulai mencium adanya aroma politisasi hitam demi menjatuhkan karier politik Haji Syaefudin.
Kini masyarakat Indramayu mendesak aparat kepolisian untuk segera memburu dan mengungkap siapa dalang intelektual di balik penyebaran berita bohong ini.
Baca juga:
Perkuat Tata Kelola Daerah, DPRD Indramayu Rampungkan Laporan 3 Raperda Strategis
Isu ini pun menyisakan pertanyaan besar: apakah kasus ini sengaja digoreng oleh lawan politik untuk menghancurkan citra bersih sang Wakil Bupati yang, ataukah ada skenario besar lain yang sedang dimainkan di balik layar?













Comment