Indramayu, tanganrakyat.id – Keadilan seolah menemukan jalannya kembali di Bumi Wiralodra. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Indramayu membuat gebrakan mengejutkan yang memicu gemuruh di ruang sidang, Jumat Legi (3/7/2026).
Dalam putusan yang dibacakan, terdakwa Priyo Bagus Setiawan divonis penjara seumur hidup atas keterlibatannya dalam kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Kelurahan Paoman.
Keputusan hakim ini menjadi sorotan tajam lantaran dinilai sangat progresif dan berani. Pasalnya, hukuman tersebut melampaui tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya hanya meminta agar terdakwa diganjar hukuman 20 tahun penjara.
Keberanian majelis hakim ini dianggap sebagai tamparan keras bagi tuntutan jaksa yang dirasa publik terlalu ringan untuk kejahatan kemanusiaan yang begitu keji.
Hery Reang, SH., kuasa hukum keluarga korban, tak kuasa menyembunyikan apresiasinya terhadap langkah hukum tersebut. Didampingi oleh Zulherfi, perwakilan keluarga korban tragedi Paoman, Hery menegaskan bahwa putusan maksimal ini adalah bentuk keadilan nyata bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Saya mengapresiasi Pengadilan Indramayu yang telah memberikan putusan maksimal kepada terdakwa Priyo Bagus Setiawan,” ujar Hery dengan nada tegas seusai sidang. Sabtu , 4 Juli 2026 pagi.

Langkah berani hakim ini pun sontak memicu perdebatan di masyarakat: apakah ini adalah puncak keadilan atau justru sebuah anomali hukum yang menakutkan?
Terlepas dari polemik tersebut, vonis ini seolah menjadi angin segar bagi rasa keadilan publik Indramayu yang sempat terluka akibat kekejian peristiwa yang terjadi setahun silam tersebut. Hakim seolah ingin menunjukkan bahwa nyawa manusia tidak bisa ditukar dengan angka hukuman yang biasa-biasa saja.
Namun, drama di Pengadilan Negeri Indramayu belum usai. Mata publik kini tertuju pada persidangan lanjutan yang akan digelar pada hari Rabu mendatang. Nama Ririn, terdakwa lainnya dalam kasus yang sama, kini berada di ujung tanduk.
Masyarakat menanti dengan cemas apakah hakim akan kembali menunjukkan taringnya untuk memberikan hukuman setimpal, atau justru akan ada kejutan lain yang membalikkan ekspektasi publik.
Mampukah hukum di Indramayu terus konsisten menjatuhkan vonis yang benar-benar mewakili nurani rakyat? Tragedi berdarah di Paoman yang mengguncang hati nurani ini kini menjadi ujian nyata bagi integritas penegakan hukum di Jawa Barat.
Baca juga:
Semua mata kini tertuju pada ruang sidang berikutnya, menanti episode penentuan hukuman nasib Ririn, apakah keadilan benar-benar ditegakkan atau hanya sekadar retorika di atas kertas.













Comment