“Rumah Rakyat” Jadi Arena Baku Hantam: Oknum Anggota DPRD Riau Berdarah-darah, Etika Dewan Dipertanyakan!

  • Bagikan
Ketua PW-IWO Riau, Muridi Susandi (Foto: Red)

Pekanbaru, tanganrakyat.id – Gedung DPRD Provinsi Riau berubah fungsi menjadi ring tinju saat rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berlangsung, Kamis Wage (16/7/2026).

Bukannya membahas nasib rakyat, para oknum wakil rakyat justru mempertontonkan aksi premanisme yang berujung pada baku hantam hebat hingga membuat seorang pria jatuh tersungkur tak sadarkan diri di area kantor legislatif tersebut.

​Kericuhan yang pecah sekitar pukul 14.30 WIB ini dipicu oleh perselisihan panas antara Wakil Ketua DPRD Riau, Pariaman Ihwan, dengan Ketua Komisi V, Indra Gunawan Eet.

Baca juga:

Oknum Berseragam Aniaya Anak di Pekanbaru, Kasus Mandek Berbulan-bulan, Korban Menjerit Keadilan!

Aksi saling dorong yang berujung pada dugaan adu fisik ini disaksikan langsung oleh para staf dan pihak TAPD, merusak marwah lembaga yang seharusnya menjadi contoh moral dan etika bagi masyarakat Riau.

PW-IWO Riau, Muridi Susandi, murka dan mengecam keras peKetuarilaku memalukan para wakil rakyat tersebut. Ia mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau tidak masuk angin dan segera mengambil tindakan tegas, bahkan menuntut Polda Riau untuk turun tangan menyeret pelaku ke meja hijau jika terbukti ada pelanggaran hukum pidana dalam insiden berdarah ini.

Publik kini bertanya-tanya, apa sebenarnya yang mereka perebutkan di balik rapat Banggar tersebut hingga harus melibatkan kekerasan fisik?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD, menciptakan aroma kecurigaan bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh para elit politik dari mata rakyat yang diwakilinya.

Baca juga:

Kang Supardi, Wartawan Muda Penuh Berkah

​Peristiwa ini bukan sekadar percekcokan biasa, melainkan tamparan keras bagi demokrasi di Riau. Masyarakat menuntut kebenaran diungkap secara transparan, karena “rumah rakyat” kini bukan lagi tempat aspirasi, melainkan panggung bagi oknum-oknum yang dinilai jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan kehormatan jabatan.

 

Penulis: MuridiEditor: Achmad A'la Derajat
  • Bagikan

Comment