oleh

Polisi Bubarkan Demo WDOM Tolak Pengesahan RUU KPK

Tanganrakyat.id,  Indramyu – Organisasi perempuan dan peduli perempuan, yang tergabung dalam jaringan Wadon Dermayu Ora Meneng (WDOM) melakukan aksi damai Tolak Pengesahan RUU KPK. Turut bergabung dalam aksi ini Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Indramayu, Gerakan Mahasiswa Nasionalisme Indonesia (GMNI) Cabang Indramayu dan Jatayu. Sekitar pukul 09.00 wib massa aksi sudah mulai berkumpul di Sekretariat Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Indramayu. Saat itu terlihat pengamanan aksi dari Polres Indramayu sudah terlihat di beberapa titik seperti di DPRD,  Pertigaan Perahu,  Pertigaan Tanjung Pura, Sport Centre dan juga Jalan Sudirman.

Koordinator lapangan Tiana Jeanita mengatakan bahwa rencana, peserta aksi akan berjalan dari titik kumpul di sport Centre menuju Gedung DPRD Kabupaten Indramayu dan melakukan orasi serta teatrikal dengan membawa replika keranda lengkap dengan mayat-mayatan dari pakaian bekas yang diikat dalam spanduk.

“Iya aksi teatrikal yang akan dilakukan di depan gedung DPRD adalah 4 perempuan berdress code serba hitam memikul keranda diakhiri dengan membakar keranda tersebut sebagai simbol duka indonesia, dan kami masyarakat indramayu marah atas segala macam upaya yang dilakukan untuk melumpuhkan KPK,” ucap Tiana, (19/10/2019).

Masih menurut Tiana Jeanita seluruh rangkaian aksi sudah di koordinaskan kepada Intel yang meghampiri sesaat sebelum aksi dimulai meski surat pemberithuan sebenarnya sudah dikirimkan sejak selasa, 17 September 2019. Pukul 08.30 pihak kepolisian meminta WDOM untuk membatalkan aksi karena berniat ingin melakukan pembakaran replika keranda.

Upaya pelemahan terhadap aksi terus dilakukan dengan kedatangan anggota kepolisian yang lagi-lagi meminta untuk WDOM membatalkan aksi pembakaran. Pada 09.00, rencana aksi berubah, dari yang tadinya akan melakukan pembakaran replika keranda menjadi akan mengumpulkan cap tangan dalam spanduk tuntutan menggunakan cat air sebagai tanda dukungan bersama terhadap upaya penguatan kelembagaan KPK.

Pukul 09.30 WIB, begitu perangkat aksi berupa replika keranda sampai dititik kumpul, kepolisian langsung membredel isi perangkat aksi yang memang sebelumnya sudah dipersiapkan sejak malam hari. Amukan pihak polisi dengan menendang dan merusak keranda setelah melihat ada tinner didalamnya membuat masa aksi sontak bereaksi. Terlebih anggapan berlebihan kepolisian bahwa WDOM akan membakar dan berbuat makar di Indramayu dalam aksi.

Masa aksi semakin mengamuk, setelah kepolisian membubarkan aksi dan mengamankan satu masa aksi (malik dari GMNI). Malik digered olih pihak kepolisian sembari leher yang dihimpit siku polisi dengan alasan ia yang membawa serta keranda sampai di titik kumpul masa aksi. Disusul dengan penggiringan seluruh masa aksi ke kantor polisi.

Dengan kejadian ini, kami berharap kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan tindakan serupa tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu kepada peserta aksi. Ini merupakan tindakan over reaksioner dari kepolisian yang berakibat pada ketidak kondusifan rencana aksi dan melemahkan kawan-kawan gerakan untuk menyampaikan aspirasi didepan publik,” tutupnya.  (KkP)

Komentar

News Feed